Jakarta – Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN) mengantisipasi peredaran hoaks menjelang pelantikan Presiden Jokowi. BSSN bekerja sama dengan sejumlah instansi pemerintah guna mengamankan saat pelantikan berlangsung.

Seperti diketahui bahwa pelantikan Presiden Joko Widodo akan digelar pada 20 Oktober 2019. Di sisi lain, BSSN berkeinginan agar masyarakat tak terprovokasi isu hoaksdi media sosial menjelang pelantikan.

“Dalam rangka pelantikan bapak presiden, kita kerja sama dengan stakeholder,” kata Kepala BSSN Hinsa Siburian di Hotel Grandkemang, Jalan Kemang Raya, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2019).

Hinsa berkeinginan agar masyarakat tak terpancing isu hoaks. Hinsa berharap masyarakat turut bergembira atas pelantikan presiden.

“Kita harap masyarakat jangan juga terpengaruh, terpancing, dengan isu-isu yang belum jelas dan belum tentu kebenarannya,” kata Hinsa.

Di sisi lain, Hinsa enggan berkomentar lebih jauh. Dia memastikan, jika situasi kondisi pelantikan presiden aman, tidak perlu ada pembatasan internet seperti yang pernah ada di Papua.

“Ya kita harap situasi… sebenarnya kan pelantikan sama dengan pesta, seperti orang mau pesta pernikahan itu kan situasi membahagiakan, atau situasi ditunggu-tunggu, kenapa kita harus pikir ada kekacauan? Kalaupun ada, segelintir orang, ya itu kan ada aparat kepolisian kita. Ada kita juga,” jawab Hinsa. (NRY-harianindo.com)