Jakarta – TNI AU melakukan penahanan dan pencopotan terhadap Peltu YNS yang menduduki jabatan sebagai anggota Satpomau Lanud Muljono Surabaya. Peltu YNS diturunkan lantaran istrinya berinisial FS melontarkan komentar yang diduga berbau fitnah yang tidak benar terkait dengan insiden penusukan Wiranto.

“Peltu YNS mendapat teguran keras, dicopot dari jabatan dan ditahan dalam rangka penyidikan oleh Pomau,” ujar Kadispenau Marsma TNI Fajar Adriyanto dalam penjelasannya, Jumat (11/10/2019).

Fajar mengungkapkan bahwa komentar FS di media sosial terindikasi mengandung ujaran kebencian terhadap Wiranto. FS dan Peltu YNS pun dijatuhi sanksi.

“Terhadap saudari, FS, istri dari Peltu YNS anggota Satpomau Lanud Muljono Surabaya yang telah menyebarkan opini negatif terhadap pemerintah dan simbol negara dengan mengunggah komentar yang mengandung fitnah, tidak sopan, dan penuh kebencian kepada Menko Polhukam Wiranto yang terluka karena serangan senjata tajam di media sosial (Facebook),” tutur Fajar.

Fajar menekankan bahwa harus ada komitmen netral dari prajurit TNI AU dan keluarga. Selain itu, Fajar menghimbau bahwa keluarga TNI AU dilarang untuk melontarkan komentar atau pernyataan yang menekan pemerintah.

“Dalam urusan politik, posisi prajurit TNI AU dan keluarganya (KBT/Keluarga Besar Tentara) sudah jelas, netral. Oleh karena itu, KBT dilarang berkomentar, termasuk di media sosial yang berdampak pendiskreditan pemerintah maupun simbol-simbol negara. KBT yang kedapatan melanggar, dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” terang dia.

Peltu YNS diduga telah melakukan pelanggaran terhadap UU Nomor 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer. Sedangkan istrinya, FS dilayangkan laporan ke Polres Sidoarjo lantaran telah melanggar UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik). (Hr-harianindo.com)