Jakarta – Polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap Sekretaris Umum FPI Munarman dan Novel Bamukmin tekait dengan kasus penganiayaan dan penyekapan yang menimpa relawan Jokowi, Ninoy Karundeng. Polisi mengungkapkan bahwa status keduanya tidak akan ditingkatkan.

“Saksi semua,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dalam penjelasannya, Jumat (11/10/2019).

Argo pun menyatakan bahwa pemeriksaan yang dilakukan terhadap keduanya dirasa sudah cukup. Argo juga belum bisa memberikan kepastian terkait apakah keduanya akan dimintai keterangan lebih lanjut.

“Sementara sudah cukup ya (pemeriksaannya),” lanjutnya.

Seperti yang dikabarkan, Munarman dan Novel Bamukmin menjalani pemeriksaan dengan aparat kepolisian terkait dengan kasus penganiayaan dan penyekapan Ninoy Karundeng di Masjid Al-Falah, Pejompongan, Jakpus, pada Senin (30/09) lalu. Munarman diperiksa lantaran dituding mengintruksikan tersangka insinyur S untuk menghilangkan rekaman CCTV masjid.

Namun hal tersebut langsung ditepis oleh Munarman. Munarman mengklaim bahwa dirinya hanya sekedar melihat rekaman CCTV tersebut.

Munarman juga sempat dimintai penjelasan terkait dengan pembicaraannya melalui WhatsApp dengan insinyur S. Dalam pemeriksaan tersebut, Munarman berdalih bahwa pembicaraannya dengan insinyur S hanya sekedar sebuah konsultasi hukum.

Sementara itu, Novel diperiksa lantaran diduga berada di tempat kejadian perkara. Namun, pihak Novel pun menampik tuduhan tersebut.

Pengacaranya, Krist Ibnu Wahyudi, menekankan, pada 30 September itu, Novel tidak berada di Masjid Al-Falah, tempat penganiayaan terhadap Ninoy terjadi. Krist mengklaim bahwa Novel ke masjid tersebut pada 2 Oktober atau pasca Ninoy dikembalikan pada 1 Oktober.

“Ada kegiatan pribadi, baik itu pekerjaan, jadi tidak ada kaitannya sama sekali dengan tanggal 30 yang di Masjid Al-Falah Pejompongan,” tukasnya. (Hr-harianindo.com)