Megawati

Megawati

Solo – Megawati Soekarno Putri selaku Ketua Umum DPP PDI Perjuangan menyatakan bahwa dirinya selama ini merasa senantiasa diikuti oleh pihak intelejen. Hal tersebut diungkapkannya dalam sela – sela kehadirannya ketika mengikuti acara deklarasi calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah yakni pasangan Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah (14/4/2013). Bahkan, putri Presiden pertama Indonesia tersebut mengungkapkan bahwa dalam acara tersebut dirinya juga sedang diawasi oleh pihak intelejen.

“Dia ditugasi ngintel, dengarkan saya pidato. Nanti semenit saja, pidato saya sudah masuk ke pucuk pimpinan republik ini. Pasti! Enggak apa-apa, biar. Saya begini supaya dia mengerti, kamu tuh mimpin mesti ngono (begitu). Tapi saya antikekerasan, saya tidak suka kebohongan,” ujar Megawati dalam kesempatan tersebut. Selain menyatakan hal tersebut, megawati juga sempat menyinggung tentang kebijakan Trisakti yang sempat diutarakan oleh mendiang ayahnya semasa masih menjabat sebagai Presiden Indonesia kala itu. Kebijakan yang dimaksudnya tersebut adalah kebijakan yang mengusung tentang kedaulatan politik, kemandirian ekonomi dan sosial budaya. Menurutnya, tiga hal pokok tersebut sama sekali tidak tercapai pada masa modern ini.

“Sekarang daging impor, bawang impor, garam impor, buah impor, beras impor, kedelai impor. Apalagi yang diimpor?” pernyataan tersebut diungkapkannya didepan para pendukung setianya yang hadir dalam acara tersebut. Dalam bidang kedaulatan politik, Megawati menyatakan bahwa saat ini masih banyak lembaga negara yang dimanfaatkan untuk menarik suara. “Jangan rakyat ditakut-takutin hanya karena namamu Babinsa. Tidak bisa kamu takut-takutin rakyat Indonesia lagi karena kamu pun rakyat Indonesia. Makanmu dari rakyat Indonesia. Jangan mau disuruh-suruh hanya untuk memenangkan seseorang. Saya tidak pernah ketika presiden mempergunakan Babinsa untuk kekuasaan saya. Mulai hari ini, saya akan katakan itu terus-menerus. Saya dapat laporan, hal-hal seperti itu mulai dilakukan. Saya tidak senang hal-hal seperti itu dilakukan di Jateng,”. (Galang Kenzie Ramadhan – harianindo.com)