Krisis Suriah

Krisis Suriah

Paris – Perancis dikabarkan telah melakukan pemeriksaan terhadap sample diduga mengadung elemen senjata kimia yang digunakan oleh pihak pemerintah Suriah dalam serangan terhadap pasukan pemberontak dan menciderai salah satu reporter harian surat kabar Le Monde. Hasil dari pemeriksaan laboratorium tersebut akan diungkapkan dalam kurun waktu beberapa hari kedepan. Hal ini seperti yang telah diberitakan oleh Reuters, Selasa (28/5/2013).

Pihak ofisial juga mengungkapkan bahwa Paris saat ini telah melakukan uji terhadap sample lainnya yang diduga mengandung gas berbahaya.

“Sample telah diantarkan terhadap pihak intelijen kami oleh reporter harian Le Monde,” ujar sumber rahasia tersebut.

“Hasil uji akan segera selesai dan akan diumumkan ke publik pada kurun waktu beberapa hari kedepan,” tambahnya.

Harian Le Monde sendiri sempat mengabarkan bahwa salah satu dari reporter mereka telah menderita pandangan kabur dan kesulitan dalam bernafas selama empat hari setelah serangan yang dilakukan oleh pihak militer pemerintah pada 13 April lalu di Damaskus.

Seperti yang kita ketahui, Suriah adalah salah satu negara yang tidak termasuk sebagai anggota dari konvensi anti-senjata kimia. Negara tersebut dipercayai masih menyimpan salah satu pasokan terakhir dari senjata kimia yang dilarang untuk digunakan dalam peperangan. (Rini Masriyah – www.harianindo.com)