Penggunaan Double Track Membuat Lintas Utara Makin PadatSurabaya – Dengan adanya perubahan jadwal dari kereta api yang akan berlaku pada tanggal 1 April 2015, membuat pihak operator melakukan koordinasi. Bahkan pada Jumat kemarin, dari jajaran operasional KAI Daop 8 telah melakukan pembinaan dalam rangka menghadapai grafik perjalanan kereta (gapeka) yang baru.

Karena setiap harinya di stasiun Gubeng dan Pasar Turi rata-rata diberangkatkan 27 kereta jarak jauh, sehingga harus diatur dikarenakan adanya perubahan jadwal. Karena nantinya aka nada sekitar 12 keberangkatan diundur, 9 dimajukan, serta 7 keberangkatan tetap.

Dimana jumlah tersebut belum termasuk keberangkatan KA jarak jauh yang berjumlah sembilan buah serta puluhan keberangkatan kereta lokal dan juga komuter yang ada di stasiun-stasiun lingkungan daop 8. Selain itu kereta non penumpang juga mengalami lonjakan hingga sepuluh keberangkatan seperti 2 KA parsel, 2 KA semen, dan 2 KA bahan bakar minyak.

Ketika ditemui wartawan harianindo, Sabtu (28/2/2015), bertempat di ruang serbaguna daop 8, Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya Sumarsono mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan beberapa personel yang ada di lapangan sebelum dilaksanakannya gapeka baru.

Dengan adanya sosialisasi tersebut tidak hanya dimanfaatkan oleh para pengguna jasa perkeretaapian namun juga berpengaruh terhadap jadwal lintasan sebidang dengan jalan raya. Walaupun kereta lintas selatan jumlahnya menjadi lebih banyak, namun Sumarsono mengungkapkan bahwa jalur utara masih terasa padat dikarenakan penggunaan jalur ganda. Sosialisasi atas perubahan jadwal ini juga berimbas kepada keselamatan untuk pengguna jalan yang saat ini masih banyak jumlah lintasan yang tidak dijaga. (Choirul Anam – harianindo.com)