Bandung – Terkait dengan penyelesaian permasalahan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Natal 2016, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung, mengaku tidak pernah diikutsertakan oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil atau biasa dipanggil kang Emil. Terutama, dalam memutuskan untuk meminta pihak PAS (Pembela Ahlu Sunnah), agar bersedia untuk minta maaf kepada panitia KKR.

MUI Menyebut Tak Pernah Diundang Ridwan Kamil Terkait Sanksi Untuk Ormas PAS

“Kami MUI Kota Bandung tidak pernah dilibatkan dalam negosiasi tersebut. Jadi itu hanya inisiatif Wali Kota Bandung dan Komnas HAM saja. Kami tidak pernah terlibat di dalamnya,” ujar Ketua Bidang Kerukunan Umat Beragama MUI Kota Bandung, Cecep Sudirman Ansori, kepada awak media, Ahad petang (11/12/2016).

Menurut Cecep, sebagai salah satu tokoh kerukunan umat beragama, dirinya merasa kecewa dengan keputusan yang diambil Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, yang memutuskan jika pihak PAS yang akhirnya harus meminta maaf. Cecep menilai seharusnya Emil bisa duduk bersama dengan semua pihak untuk mencari solusi dari permasalahan tersebut.

“Apalagi wali kota mengeluarkan pernyataan itu tanpa mengundang PAS, dan kami sebagai MUI. Tiba- tiba ada pernyataan itu,” kata Cecep.

“Bandung itu sangat toleran terhadap keberagaman agama, jadi selama bisa di badamikan semua masalahnya pasti selesai. Jangan sebelah pihak seperti ini,” katanya.

Namun, kata Cecep, pihak MUI belum mengambil langkah-langkah dan kebijakan dalam permasalahan ini. Pihaknya, baru merundingkan dan memforumkan saja masalah ini.

Baca Juga : Beredar Foto Dian Alias DYN Yang Diduga Berencana Ledakkan Istana Presiden

“Sejauh ini kami masih menunggu Ketua kami Miftah Farid bagaimana langkah selanjutnya dikarenakan beliau masih melaksanakan ibadah umrah,” kata Cecep.

(bimbim – harianindo.com)