Pontianak – Syamsul Hadi (25) harus berhadapan dengan hukum. Dia diciduk Polres Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar). Dia dituduh menyebarkan isu berbau suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) di Facebook. Berdasar informasi, dia adalah Warga Jalan Abadi, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau.

Kabidhumas Polda Kalbar Kombes Suhadi menjelaskan, Heng ditangkap di kediamannya pada Jumat 9 Desember 2016. Penangkapan berdasarkan laporan dan penyelidikan akun Facebook bernama Syamsul Hadi yang kerap membuat status provokasi. Ternyata, akun Facebook atas nama Syamsul Hadi itu fiktif.

“Setelah ditangkap, diketahuilah bahwa yang bersangkutan bernama Heng. Dia membuat status di Facebook yang berbau SARA,” ujar Suhadi, Rabu (14/12/2016).

Hasil pemeriksaan awal disimpulkan bahwa Heng berupaya memecah belah NKRI dengan memprovokasi antarsuku dan budaya yang ada di Kalbar. “Dia berceloteh menyanjung salah satu etnis dan membuat ujaran kebencian kepada berbagai etnis yang ada di Kalbar. Dengan harapan etnis tertentu tersebut diserang oleh semua etnis di Kalbar ini. Padahal tersangka sendiri dari etnis yang dihujat,” papar Suhadi.

Selain etnis, menurut Suhadi, Heng juga mem-posting isu berbau agama. Ia menyebut agama dirinya yang paling benar, sedangkan agama yang lain tidak benar. “Hasil pemeriksaan, latar belakang Heng melakukan ujaran kebencian karena ia sakit hati dengan mantan istrinya yang saat ini menjadi TKW di luar negeri,” ujarnya.

Baca juga: Tersambar Petir, Pendaki Gunung Arjuno Ini Didapati Tewas

Menurut Suhadi, bila dibiarkan, tindakan Heng akan sangat berbahaya dan dapat menimbulkan konflik antaretnis dan bahkan bisa menimbulkan konflik antaragama.

Hingga kini, Heng masih ditahan di Mapolres Sekadau. Ia dijerat Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). (Tita Yanuantari – harianindo.com)n