Jakarta – Saat ini, Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, memang telah dijadikan terdakwa dalam pusaran kasus dugaan penistaan agama. Bahkan saat ini, Ahok telah dua kali menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Ahok Minta Pendukungnya Dokumentasikan Tiap TPS Untuk Mencegah Kecurangan

Ahok mengatakan memang banyak upaya dari oknum-oknum untuk menjatuhkan dirinya lantaran ingin menerapkan pembuktian terbalik harta para pejabat. Bahkan, dirinya mengungkapkan, apabila tidak dapat membuktikannya maka tak akan bisa menjadi pejabat.

“Saya omong ini dari Bupati sampai DPR. Makanya banyak yang mau tebang saya. Saya sudah tebak perjalanan ini ke mana. Semua bisa penjarakan Ahok, tapi enggak bisa penjarakan ide saya,” katanya di Rumah Pemenangan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/12/2016).

Ahok mengaku siap untuk menerima semua konsekuensi atas upayanya dalam menegakkan pembuktian terbalik harta kekayaan. Bahkan dirinya mengaku telah merekam semua ide dan gagasannya agar tidak terlupakan walaupun akhirnya tak kembali terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta 2017 mendatang.

Baca Juga : Forum Anak Pejuang Polisikan Dwi Estiningsih Karena Hina Pahlawan Kafir

“Semua saya tulis, kalian enggak bisa rem saya. 15 Februari, jangan ekstrem kanan kiri, tengah tancap. Pakai kaca mata kuda. Jangan liburan lho. Datangi TPS sesuai KTP. Kalau bisa foto dan video pendek sampai selesai. Sehingga kalau ada curang ada bukti,” tutupnya.

(bimbim – harianindo.com)