Jakarta ­- Babak baru dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta akan dimulai. Pasca satu pasangan gugur, dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI akan bertarung habis-habisan dalam Pilgub DKI putaran kedua yang masa kampanyenya sudah dimulai pada hari ini, Selasa (7/3/2017).

Anies : "Kami Bukan Menantang, Tapi Kami Berikhtiar Mengganti Petahana"

Anies Baswedan – Sandiaga Uno

Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ­ Djarot Saiful Hidayat akan bersaing ketat dengan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI nomor urut tiga, yakni Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Semakin terlihat jelasnya ambisi dari Anies Baswedan untuk menjadi gubernur DKI sekaligus mengalahkan Ahok. Hal tersebut diketahui ketika Anies tengah berpidato politiknya di hadapan sekitar 1.500 kader PKS yang hadir dalam rakornas PKS di Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, kemarin. Ketika itu, Anies terlihat tak segan mengakui bahwa dia tak sekadar menantang calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, namun berniat menggantikan posisinya.

“Kami bukan menantang gubernur petahana, tapi kami berikhtiar mengganti petahana. Beda, kalau menantang sekadar menantang. Kalau mengganti, kami berikhtiar,” tegas Anies.

Sebelumnya, memang telah muncul hasil survei terbaru yang dirilis Media Survei Nasional (Median). Elektabilitas Anies Baswedan­Sandiaga Uno mencapai hingga 46,3 persen dan mengungguli Ahok­ Djarot. Melihat hasil survei tersebut, Anies semakin berada di atas angin. Anies melihat dan meyakini bahwa tak sedikit warga Jakarta yang memang menginginkan sosok gubernur baru.

“Mungkin ya, tapi kami yakin bahwa mayoritas warga Jakarta memang ingin pergantian gubernur kok dan itu sudah nampak. Jadi bukan barang baru kalau lebih banyak yang menginginkan gubernur baru itu sudah lama,” tutur Anies.

Anies kerap kali menyinggung terkait dengan gubernur baru. Sejumlah kali Anies mengklaim bahwa warga ibu kota menginginkan sosok pemimpin yang baru. Ketika menghadiri pemberian beasiswa dan Apel Siaga yang dihelat Gerakan Laskar Pro 08 di markas besarnya, Jalan Multikarya 2 Komplek Kehakiman, Utan Kayu Utara, Jakarta Timur, Sabtu (11/2/2017), Anies kembali menyinggung mengenai warga Jakarta yang menginginkan seorang gubernur baru.

“Sebanyak 70 persen warga Jakarta ingin gubernur baru untuk kota ini. Karena itu kami hadir dan berjuang dalam pilkada untuk menjawab harapan ini,” ungkap Anies.

Dalam kesempata n tersebut Anies memperlihatkan ambisinya untuk bisa duduk di kursi gubernur DKI. Dia juga bercerita ketika pertama kali dipanggil Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan petinggi Partai PKS untuk diminta menjadi gubernur, bukan sekadar calon. Ketika ditemui di Hotel Bidakara, Anies Baswedan kembali mengulang pernyataannya tersebut.

“Saat itu saya dipanggil untuk menjadi gubernur bukan hanya calon gubernur. Pertama kali saya diminta untuk bertugas, saya tahu ini bukan hal kecil, ini adalah amanah besar buat saya,” papar Anies.

Baca Juga : DPP PKB Belum Berikan Keputusan Soal Dukungan di Pilkada DKI Putaran Kedua

“Kami sudah berusaha dan ikhtiar. Ikhtiar kami sudah kami sampaikan kami ingin menjawab keinginan warga Jakarta yang ingin memiliki gubernur baru,” kata Anies di Hotel Bidakara, Jumat (10/2/2017).

(bimbim – harianindo.com)