Surabaya – Kini memang sudah menjadi rahasia umum jika cuaca selalu tak mampu lagi di prediksi. Ekstrimnya, terkadang dampak yang melanda lebih parah dari ekpektasi kebanyakan orang.

Cuaca Ekstrim, Surabaya Berpotensi Diguyur Hujan Es

hujan es

Cuaca ekstrim kali ini dialami kawasan di Surabaya. Hujan deras disertai angin kencang menumbangkan pohon besar disejumlah tempat. Parahnya, beberapa pohon yang tumbang mengenai kendaraan yang sedang parkir dibawahnya bahkan yang sedang melintas.

Hujan ekstrim tersebut juga mengundang fenomena langkah yakni, hujan es. Di depan Supermarket Rungkut Jaya. Pohon yang tumbang ke tengah jalan itu menimpa sebuah Toyota Innova yang tengah melintas. Beruntung tidak ada korban dari pengendara maupun penumpangnya.

Cuaca ekstrem ini terjadi sejak Pk 15.40 Wib hingga Pukul 16.45 WIB di berbagai jalan di Surabaya. Kemacetan panjang terjadi di Jalan Ahmad Yani juga menyebabkan kepadatan karena ada reklame yang terhempas angin.

“Iya tadi hujan sangat deras. Bahkan jarak pandang kendaraan sangat terbatas. Terpaksa jalan pelan-pelan, dan macet,” ujar Sulis, pengendara roda dua ditemui di Surabaya, Selasa (7/3/2017).

Adapun pohon tumbang dilaporkan terjadi di Kutisari arah Rungkut, Simpang tiga layang Karah, Jemursari depan Pizza Hut, dan depan Rumah Sakit Islam Ahmad Yani.

Bahkan sebuah foto pelapis dinding hotel di kawasan Jalan Ahmad Yani “rontok” karena terpaan angin beredar luas. Di beberapa lokasi, sempat jatuh butiran es seperti di Kendangsari, Siwalankerto, dan Jemursari. Sementara itu, dari laporan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Juanda, pada pukul 15.50 WIB, dari pantauan citra radar, di wilayah Surabaya dan sekitarnya, terpantau gerakan awan Cumulonimbus atau awan CB dengan ketinggian lebih dari 4 kilometer.

Baca juga : Cuaca Buruk, Ribuan Turis Terjebak Di Korea Selatan

Awan tersebut melampaui freezing level ketikanilai reaktifasi pada citra radar sangat tinggi hingga lapisan bawah, ditunjang oleh suhu permukaan awan yang cukup rendah, sehingga sangat berpotensi hujan es. (Icha – harianindo.com)