Jakarta – Aliran dana korupsi dalam proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) diduga turut diterima oleh puluhan anggota DPR periode 2009-2014. Bukan hanya itu, uang korupsi tersebut juga dipergunakan untuk kepentingan kongres Partai Demokrat.

Anas Dituding Gunakan Sebagian Suap e-KTP Untuk Biayai Kongres Partai Demokrat

Demokrat

Hal tersebut tercantum dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK terhadap dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto.

Pada kasus tersebut, uang untuk Partai Demokrat diterima melalui Anas Urbaningrum. Anas menerima uang dari Andi Agustinus alias Andi Narogong, pengusaha yang ditunjuk langsung untuk mengerjakan proyek e-KTP.

Andi menyerahkan uang kepada Anas agar anggaran proyek e-KTP dapat disetujui oleh Komisi II DPR.

“Anas menerima sejumlah 500.000 dollar AS yang diberikan melalui Eva Ompita Soraya. Pemberian itu merupakan kelanjutan dari pemberian sebelumnya sebesar 2 juta dollar AS yang diberikan melalui Fahmi Yandri,” ujar Jaksa KPK Eva Yustisiana saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (9/3/2017).

Jaksa Eva menyebutkan, sebagian uang tersebut digunakan Anas untuk membayar biaya akomodasi Kongres Partai Demokrat di Bandung. Selain itu, uang diberikan kepada Khatibul Umam Wiranu selaku anggota Komisi II DPR sebesar USD 400.000.

Baca juga: Roy Suryo Komentari Pertemuan SBY dan Jokowi

Lebih lajut, diberikan kepada Mohammad Jafar Hafsah, selaku Ketua Fraksi Partai Demokrat, yakni sebesar USD 100.000. Uang itu kemudian digunakan untuk membeli satu unit mobil jenis Toyota Land Cruiser. (Yayan – harianindo.com)