Jakarta – Gubernur petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mengaku tak memiliki wewenang untuk memutuskan lanjut tidaknya proyek reklamasi Teluk Jakarta. Ahok mengungkapkan, kelanjutam reklamasi tergantung dari pemerintah pusat.

Ahok Menyebut Reklamasi Sebagai Ide Cerdas Soeharto

Ahok

“Itu urusan pusat. Keppres mau dibatalin atau tidak. Bukan saya,” ujarnya, Kamis (23/3/2017).

Dalam kesempatan itu, Ahok menjelaskan, awal mula adanya reklamasi. Dia mengatakan, ide reklamasi berasal dari Presiden ke-2 RI Soeharto. ‎Ahok memuji ide Pak Harto mengenai reklamasi.

“‎Reklamasi itu adalah ide pintarnya Pak Harto tahun 1990. Menurut saya Pak Harto tuh cerdas, dia membuat sebuah peraturan semua reklamasi, sertifikatnya punya DKI,” tutur Ahok.

Sosok yang pernah menjadi Bupati Belitung Timur tersebut menyatakan, awalnya ‎reklamasi dilakukan untuk perluasan Tanjung Priok. Sehingga, biaya logistik akan turun.

“‎Kalau biaya logistik turun, biaya hidup sehari-hari akan turun,” ucap Ahok.

‎Suami dari Veronica Tan ini juga mengatakan, reklamasi dilakukan tidak dengan sembarangan. Menurut dia, ada kajian terlebih dahulu yang dilakukan oleh menteri.

Baca juga: DPR Disebut Yang Mengusulkanl Proyek e-KTP Menggunakan APBN

“Reklamasi melalui kajian-kajian menteri. Bahkan, bentuk pulaunya semua dihitung,” ‎tegas Ahok. (Yayan – harianindo.com)