Jakarta – Perkumpulan Indo Digital Volunteer rencananya akan melaporkan satu video iklan kampanye calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama(Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Video bertema keberagaman tersebut dituding melecehkan Presiden Joko Widodo karena tidak mampu menjaga stabilitas nasional.

Dianggap Mengandung Teror, Indo Digital Volunteer Akan Laporkan Video Kampanye Ahok-Djarot

Ahok-Djarot

Anthony Leong selaku Ketua Perkumpulan Indo Digital Volunteer, menyebut “video ini parah” karena menggambarkan seolah Presiden Joko Widodo (Jokowi) “tidak mampu menjaga keamanan dan stabilitas politik”.

Menurutnya, kampanye yang digaungkan tersebut bukan lagi soal keberagaman, namun pelecehan terhadap masyarakat yang dianggap selalu punya watak kekerasan.

“Pelecehan terhadap akal sehat kita sebagai manusia biasa dan pelecehan terhadap sistem demokrasi Indonesia,” kata Anthony dalam keterangan tertulis yang diterima awak media pada Senin (10/4/2017).

Video yang diunggah di kanal resmi media sosial Ahok itu menggunakan tagar #BeragamItuBasukiDjarot https://twitter.com/basuki_btp/status/850755533996908544 sudah di-retweet ribuan kali. Anthony menyebut video itu bukan lagi momentum yang tepat, karena keberagaman Indonesia sebuah fakta yang memang melekat.\

Baca juga: Sindir Sandiaga, Ahok : “Biasanya Kalau Sudah Terlalu Kaya Ya Begitu”

“Keberagaman itu sudah fakta, tidak perlu terus dilontarkan. Ini seakan-akan Jakarta belum siap menerima keberagaman. Saya sendiri sangat tidak terima dengan iklan video tersebut. Kami lagi mengkaji dan mempersiapkan laporan ini ke KPI,” ungkap pakar digital marketing tersebut. (Yayan – harianindo.com)