Jakarta – Debat Pilkada DKI Jakarta putaran kedua telah usai dilaksanakan. Kedua pasangan calon telah memaparkan secara lengkap program-program yang akan mereka usung disertai dengan penjelasan-penjelasannya.

KPUD DKI Dituding Sengaja Hadirkan Komunitas Yang Membenci Ahok di Debat Putaran 2

Namun bagi sebagian masyarakat, pada acara debat yang dipandu oleh Ira Koesno pada Rabu (12/4/2017) malam kemarin ada sedikit yang janggal.

Pada debat kemarin, ada format baru dimana masyarakat dan komunitas diperkenankan untuk memberikan pertanyaan langsung kepada kedua pasangan calon yang dilakukan oleh perwakilan yang kabarnya dipilih oleh KPU Jakarta secara acak.

Namun demikian, perwakilan komunitas dan masyarakat yang dihadirkan kemarin dinilai merupakan pendukung salah satu calon.

Dikutip dari seword.com, Rabu (12/4/2017), penulis dengan akun Power Aryanto Famili menyoroti tiga orang perwakilan masyarakat yang dihadirkan KPU DKI pada acara debat kemarin.

Mereka adalah Daryono, Sukarto dan Iwan.

Daryono yang mengaku sebagai perwakilan komunitas transportasi disebutkan ternyata adalah pendukung Anies-Sandi yang terekam pernah menghadiri acara diskusi yang diadakan oleh kubu Anies-Sandi tentang transportasi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada 1 Februari 2017 lalu.

KPUD DKI Dituding Sengaja Hadirkan Komunitas Yang Membenci Ahok di Debat Putaran 2

Sedangkan Sukarto adalah orang yang tempat tinggalnya pernah terkena gusur oleh Pemprov DKI dan menyebut Ahok seorang yang arogan.

KPUD DKI Dituding Sengaja Hadirkan Komunitas Yang Membenci Ahok di Debat Putaran 2

Yang terakhir adalah Iwan. Pria yang mengaku sebagai perwakilan dari nelayan ini adalah salah satu dari mereka yang menggugat Pemprov DKI Jakarta terkait reklamasi. Ia juga pernah memberikan pernyataan bahwa “Jika Reklamasi Lanjut, Teluk Jakarta Dihuni Orang Asing Semua”.

KPUD DKI Dituding Sengaja Hadirkan Komunitas Yang Membenci Ahok di Debat Putaran 2

Dengan bukti foto dan pemberitaan terkait ketiga orang tersebut, KPU DKI Jakarta dinilai tidak netral dan lebih memihak kepada pasangan calon tertentu.

Hingga kini belum ada klarifikasi dari KPU DKI terkait tudingan tersebut.
(samsul arifin – harianindo.com)