X
  • On 17/04/2017
Categories: Internasional

Inilah Pelaku Pencabulan dan Pembunuhan Manager Cantik Google

Massachusetts – Masih ingatkah kasus yang menimpa wanita cantik bernama Vanessa Marcotte. Wanita cantik dan baik serta santun tersebut sudah lama bekerja sebagai manajer akuntansi di perusahaan raksasa Google. Dia bekerja di perusahaan search engine nomor satu dunia tersebut di Massachusetts, Amerika Serikat.

Vanessa Marcotte

Akan tetapi, nasib nahas justru menimpanya pada (7/4/2016) silam, ketika dirinya berlibur di Worcester County. Sesaat sebelum kembali ke Massachusetts, ia tengah jogging. Namun, petaka justru menimpanya. Dirinya diperkosa dan dibunuh oleh orang yang tak dikenal. Wanita berusia 27 tahun itu ditemukan di semak-semak sebuah taman dalam keadaan telanjang dan telah meregang nyawa.

Sang pelaku langsung kabur dan polisi cukup kesulitan untuk mencari jejaknya. Akan tetapi, setelah 8 bulan berlalu, polisi akhirnya bisa menangkap orang yang diduga kuat sebagai pelaku pemerkosaan dan pembunuhan tersebut. Sang pelaku adalah Angel Colon-Ortiz. Polisi hanya memiliki bukti bahwa Vanessa sempat mencakar pelaku pemerkosa dan pembunuhnya.

Dari kuku Vanessa, polisi masih menyimpan darah dan kulit pelaku yang dicakarnya. Dari hasil analasis DNA-nya, akhirnya polisi mengetahui siapa pemilik darah dan kulit di kuku Vanessa tersebut. Tepat pada hari Paskah, Jumat (14/4/2017), polisi menangkap sang pelaku. Colon-Ortiz yang berusia 31 tahun tidak memberi perlawanan berarti ketika ditangkap.

“Kami menangkapnya. Ini perjuangan yang panjang,” kata Pengacara wilayah Worcester County, Joseph Early Jr kepada wartawan.

Baca Juga : Presiden Iran Tegaskan Tidak Perlu Izin untuk Tingkatkan Kapabilitas Rudal Balistik

Colon-Ortiz ditangkap berdasarkan indikasi lemah. Akan tetapi, setelah penangkapan tersebut polisi bisa menganalisis DNA miliknya. Berdasarkan hasil analisis, ternyata cocok dengan DNA pada darah dan kulit hasil cakaran Vanessa tersebut.

“Kami sangat yakin telah menangkap pembunuh Vanessa,” tegas Early kepada Fox News.

(bimbim – www.harianindo.com)