Jakarta – Kini, terdakwa penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok telah divonis hukuman dua tahun penjara dan ditahan di Markas Korps Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Gubernur DKI Jakarta nonaktif tersebut menjadi tahanan Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Kasus Perkara Ahok Telah Menjadi Sorotan Dunia

Sidang Ahok

Beragam reaksi muncul terkait atas putusan yang diterima Ahok tersebut. Selain menyita perhatian dalam negeri, kasus Ahok tersebut juga mencuri perhatian dunia. Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) OHCHR untuk Asia, merasa prihatin dengan vonis penjara dua tahun yang dijatuhkan terhadap Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Kita prihatin atas hukuman penjara gubernur #Jakarta krna penistaan agama #Islam. Kita panggil #Indonesia utk mengulas hukum penistaan agama”, tulis Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) OHCHR untuk Asia melalui akun Twitter resminya, UN Human Rights Asia @OHCHRAsia, pada Rabu (10/5/2017)

Ketua Bidang Eksternal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amany, menilai sangat wajar respon keprihatinan mendalam dari Dewan HAM PBB untuk kawasan Asia itu.

“Bangsa kita sudah menjadi keprihatinan sedunia karena sejumlah organisasi internasional sudah menyampaikan prihatin yang mendalam atas kondisi HAM di Indonesia pasca-vonis dua tahun penjara terhadap Ahok” tegas Tsamara.

“Kita menjadi saksi bagaimana kezaliman dipertontonkan, kita menjadi saksi bagaimana keadilan kalah di negeri ini” lanjut Tsamara.

“Ada satu pertanyaan di benakku, apakah ini harga yang harus dibayar seseorang yang bekerja keras siang dan malam demi negerinya tercinta?” tanya Tsamara.

Selain itu, Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik juga merasa prihatin dan sangat menyayangkan bahwa Ahok harus mendekam di bui selama dua tahun.

Baca Juga : Didampingi Temannya, Gadis Berhijab Ini Lakukan Aksi Lilin Untuk Ahok

“Saya kenal @basuki_btp. Mengagumi kerjanya untuk Jakarta. Percaya dia tidak anti-Islam. Doa saya untuk Bu Vero (Veronica Tan, istri Ahok) dan keluarga. Para pemimpin harus menjaga toleransi dan kerukunan,” kata Moazzam dalam akun Twitter-nya @MoazzamTMalik.

(bimbim – harianindo.com)