Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai, Presiden Joko Widodo perlu turun tangan bila ingin pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan terungkap. Pembentukan tim independen, dipandang Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, merupakan langkah paling tepat guna memperkuat kerja Kepolisian.

KPK Berharap Presiden Turun Tangan Dalam Kasus Novel Baswedan

“Kalau misalnya Presiden berpikir untuk memperkuat penanganan dan pengusutan kasus ini, tentu saja pihak-pihak yang ingin pelaku ditemukan akan menerima hal tersebut,” kata Febri di kantornya, Jl. Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (28/7/2017).

Febri mengatakan, harapan dari Novel dan keluarga, KPK serta masyarakat agar pelaku penyerangan tersebut bisa segera ditangkap dalam waktu dekat. Apalagi, jajaran Polda Metro Jaya telah membuat sketsa wajah terduga pelaku.

“Kalau saat ini karena kewenangan penanganan berada di Polri tentu kami tunggu proses dan kerja yang dilakukan Kepolisian,” kata Febri.

Baca juga: Penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma Delay karena Rusaknya Landasan

KPK masih percaya tim Polri bisa menangkap para pelaku penyerangan air keras terhadap Novel Baswedan. Hanya saja, waktu yang dihabiskan sudah cukup lama, dan karena itulah KPK meminta Jokowi turun membentuk tim independen memperkuat kerja Polri.

Sejauh ini, Polda Metro Jaya berdalih ada beberapa kendala yang didapatkan penyidik dalam penyelidikan kasus ini, salah satunya belum adanya izin dokter di Singapura, untuk memeriksa Novel.

“Kami masih menunggu dokter di Singapura ya. Kira-kira kapan diizinkan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono di Markas Polda Metro Jaya, Senin 24 Juli 2017. (Tita Yanuantari – harianindo.com)