X
  • On 18/08/2017
Categories: NasionalRagam Berita

Tanggapan Kapolri Terkait Terpilihnya Anak Papua Sebagai Ajudan Presiden Jokowi

Jakarta – Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi baru saja menunjuk seorang anak Papua, Kombes Johnny Eddizon Isir, sebagai ajudan Presiden. Mendengar kabar tersebut, Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan komentarnya.
Menurut Tito, Johnny memberikan nilai tersendiri bagi Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Kapolri Jenderal Tito Karnavian

“Saya sangat bersyukur dan bangga karena yang terpilih oleh Bapak Presiden, anak putra Papua. Jadi saat ini yang terpilih oleh Presiden adalah Johnny Eddizon Isir yang merupakan anak Papua. Ini memberikan bonus tersendiri bagi Polri,” kata Tito, Rabu (16/08/2017).

Menjadi seorang ajudan presiden bukanlah hal yang mudah. Pasalnya ajudan yang melekat dengan presiden ini adalah orang-orang pilihan yang memenuhi kriteria.

“Menjadi ajudan presiden tidak gampang, memang harus benar-benar orang yang terpilih. Pertama dia harus bisa satu chemistry dan nge-klik sama presiden,” jelasnya.

Tito mengakui bahwa dirinya belum pernah sekalipun menjadi ajudan presiden.

Baca juga : Angkat Ajudan dari Papua, Presiden Jokowi Dinilai Memilih Tidak Berdasarkan SARA

“Sehingga tidak gampang dapat kesempatan itu. Saya saja tidak seberuntung Johnny,” lanjutnya.

Bukan hanya faktor keberuntungan, Johnny sendiri merupakan salah satu anggota Polri yang berprestasi. Bahkan Johnny merupakan lulusan Akpol 1996 yang satu-satunya peraih Adhimakayasa dari Papua.

“Yang bersangkutan memang nomor satu di Akpol dan itu sejarah pertama dalam akademi Polri dan TNI. Anak Papua juara nomor satu Adhimakayasa,” ceritanya.

Menurut Tito, mantan Direktur Reskrimsus Polda Riau itu juga termasuk yang berprestasi.

“Johnny ini prestasi di lapangan memang bagus dulu di Jatim, di Papua saat saya Kapolda, Johnny dua kali Kapolres di Wamena dan Manokwari,” sambungnya.

Jhonny juga memiliki intelektual yang bagus. Secara akademis, Johnny meraih gelar masternya di Wollongo University, Sidney Australia.

“Yang ketiga, secara intelektual dia pemegang master dari universitas di Sidney. Dia mendapatkan gelar master di sana,”tambahnya.
(Muspri-www.harianindo.com)

Rani Soraya: