Jakarta – Pihak Pemerintahan Korea Selatan telah menyatakan bahwa mereka menahan sebuah kapal berbendera Panam yang diduga telah memasok minyak ke Korea Selatan. Pejabat bea cukai Korea Selatan mengatakan kapal KOTI ditahan di pelabuhan Pyeongtaek-Dangjin di selatan Incheon, akhir pekan lalu.

Korsel Tahan Kapal Berbendera Panama Terkait Dugaan Pasokan Minya Ke Korut

Korsel Tahan Kapal Berbendera Panama Terkait Dugaan Pasokan Minya Ke Korut

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korsel mengonfirmasi penyelidikan tersebut meski menolak menjelaskan secara detail.

“Pemerintah sedang fokus berkonsultasi secara erat dengan negara-negara terkait dan kementerian lainnya untuk sepenuhnya mengimplementasikan seluruh sanksi DK PBB,” ujarnya, Selasa (02/01/2017).

Sebelum KOTI, pada akhir November lalu aparat Korsel juga menahan kapal berbendera Hong Kong, Lighthouse Winmore, yang diduga mengirimkan sedikitnya 600 ton minyak ke Korea Utara.

Baca juga : Pemerintah Arab Naikkan Harga BBM 100 Persen Per 1 Januari 2018

China selaku sekutu dekat Korut, menolak upaya Amerika Serikat yang mengajukan pemblokiran enam kapal asing terkait Korut dalam rapat DK PBB. Beijing juga membantah sejumlah laporan yang menuding negara masih menjual minyak secara ilegal ke Korut di tengah sanksi DK PBB.

“Di saat yang sama, setiap tindakan yang diambil DK PBB juga harus memiliki dasar serta bukti yang konklusif dan aktual. China akan terus berpartisipasi terkait sanksi DK PBB tersebut sesuai prinsip,” bunyi pernyataan Kemlu China tanpa mengelaborasi.
(Muspri-harianindo.com)