Brackley – Pembalap asal Jerman, Nico Rosberg, memutuskan pensiun dan meninggalkan Mercedes di akhir musim Formula One (F1) 2016. Selanjutnya, posisi Rosberg digantikan pembalap Tim Williams, Valtteri Bottas. Namun, dengan perginya Rosberg, Lewis Hamilton yang berstatus pembalap senior tidak menganggap dirinya sebagai pemimpin Tim Mercedes.

Hamilton Tegaskan Beberkan Kunci Keberhasilan Mercedes di Musim 2017

Lewis Hamilton

“Saya tidak menganggap diri saya sebagai pemimpin tim. Saya yakin, saya adalah penghubung kecil dalam rantai panjang. Kami semua mempunyai peranan. Kuncinya adalah membuat hubungan yang kuat dan itulah yang berhasil kami lakukan tahun ini,”ujar Hamilton sebagaimana diberitakan Foxsportsasia pada Selasa (2/1/2018)

Bottas yang baru bergabung dengan Mercedes membuat awal musim yang solid. Pembalap asal Finlandia yang berstatus sebagai pembalap rookie itu finis di urutan ketiga klasemen.

Sebelum bertandem dengan Bottas, The Boss –sapaan akrab Hamilton – melakoni kerja sama selama empat musim (2013-2016) dengan Rosberg. Semula, relasi Hamilton dan Rosberg sebagai rekan satu tim sangat baik.

Apalagi, keduanya merupakan teman sejak kecil. Hubungan mereka baru retak pada musim 2016, ketika Mercedes membiarkan Hamilton dan Rosberg bersaing secara adil untuk memperebutkan gelar juara dunia F1 2016.

Setelah Rosberg memutuskan pensiun dari F1, Hamilton ingin memperbaiki hubungan yang sempat renggang dengan sang bos di Mercedes, Toto Wolff. Hal itu dilakukan The Boss agar dapat membantunya kembali ke bentuk terbaiknya.

“Jika Anda berada di kantor dan atasan Anda tidak menginginkan Anda di sana, itu akan menjadi lingkungan yang buruk, bukan? Anda ingin bekerja di sana tapi Anda tidak menemukan kenyamanan,” papar The Boss. (Tita Yanuantari – harianindo.com)