Jakarta – Tersebarnya transkrip pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengungkap adanya ancaman serius keamanan di Tanah Air membuat kehebohan para netizen di dunia maya. Transkip tersebut menyebar melalui grup-grup percakapan dan media sosial. Dalam transkrip pidato tersebut, Jokowi menyebut ancaman itu terkait hasil Pilkada DKI Jakarta 2017 silam.

Beredar Hoax Transkrip Pidato Jokowi Yang Menyebut Ancaman Untuk Indonesia

Jika dilihat dari pesan berantai tersebut, Jokowi disebutkan memberikan pidato di Stadion Utama Senayan di depan seratus ribu hadirin. Pidato tersebut dimaksudkan sebagai tanggapan terkait maraknya aksi demonstrasi pasca Pilkada DKI Jakarta. Menanggapi hal itu, pihak istana dengan tegas membantahnya dan menyatakan bahwa kabar tersebut adalah bohong alias hoax semata.

Hal tersebut sebagaimana yang ditegaskan oleh Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media, Sekretariat Presiden, Bey Machmudin. Pihaknya menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo tidak pernah menghadiri acara yang dimaksud, terlebih lagi menyampaikan pidato yang seperti tertera dalam pesan yang terlanjur beredar tersebut.

“Dapat dipastikan pula bahwa penyebaran pesan berantai tersebut merupakan ulah pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya mengutip laman Setkab, Rabu (3/1/2017).

Ia melanjutkan bahwa dalam berbagai kesempatan, Presiden selalu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong dalam menghentikan maraknya penyebaran berita bohong atau bahkan hasutan yang mengandung fitnah dan kebencian.

Oleh sebab itu, pihaknya mengajak untuk bersama-sama menghentikan penyebaran berita bohong atau hasutan, yang mengandung fitnah dan kebencian di media sosial.

“Mari kita tunjukkan nilai-nilai kesantunan dan nilai-nilai kesopanan sebagai budaya Indonesia,” kata Jokowi.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)