Bojonegoro – Tarif PDAM daerah Bojonegoro dipastikan mengalami kenaikkan. Akan tetapi hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan mengenai berapa besaran kenaikkan iuran tersebut.

Dipastikan Naik Namun Tarif Baru PDAM Belum Ditentukan

Joko Siswanto selaku Kepala Bagian Hubungan Pelanggan PDAM Bojonegoro menjelaskan bahwa kenaikkan tarif tersebut pasti dilakukan. Namun, saat ini semuanya masih dalam proses.

“Berapa besaran kenaikannya saya belum bisa menyampaikan,” ungkap Joko.

“Sepertinya masih lama kok,” jelasnya.

Dikarenakan biaya operasional yang cukup tinggi. Mulai listrik hingga pengolahan air yang membutuhkan banyak biaya. Karena itu, iuran PDAM harus disesuaikan dengan kenaikkan biaya operasional tersebut.

Dirinya menilai bahwa rencana kenaikkan tarif tersebut sebenarnya sudah ada sejak tahun lalu. Namun, pihaknya masih terus melakukan pengkajian. Sebab, jika masih mencukupi, kenaikkan iuran tidak perlu dilakukan.

Saat ini tarif iuran PDAM adalah Rp 1.450 per meter kubik air. Untuk rencana kenaikkan sendiri, pihaknya masih belum final. Namun, kenaikkannya tidak berbeda jauh dengan tarif saat ini. Artinya masih dikisaran Rp 1.000-an per meter kubik.

Tahun ini, PDAM Bojonegoro menargetkan bisa memasang 3.000 sambungan rumah. Jumlah itu lebih sedikit dibanding tahun lalu yang mencapai 3.444 sambungan selama 2017 lalu.

“Target 2017 lalu hanya 3.270 sambungan,” jelasnya.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)