X
  • 5 days ago
Categories: Gosip

Beginilah Tanggapan Deddy Corbuzier Soal Aksi “Kartu Kuning Jokowi”

Jakarta – Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas indonesia (BEM UI), Zaadit Taqwa belakangan ini menjadi sorotan publik. Entah itu di dunia nyata maupun di media sosial. Namanya pertama kali menjadi sorotan usai dirinya meniup peluit sambil menunjukkan kartu kuning layaknya wasit sepakbola kepada Presiden Joko Widodo.

Hal tersebut terjadi ketika keduanya menghadiri Diesnatalis kampus UI yang digelar pada Jumat (2/2/2018) silam. Aksi “nyeleneh” Zaadit tersebut berhasil terekam kamera dan menjadi viral di media sosial. Tak lama, aksi Zaadit tersebut menuai pro dan kontra di media sosial.

Memang tak sedikit yang memberikan apresiasi tinggi pada keberanian Zaadit dalam menyampaikan pendapat dengan melakukan hal tersebut. Akan tetapi, banyak juga yang menilai Presiden BEM UI 2018 tersebut sudah keterlaluan.

Beragam tanggapan dan surat terbuka juga telah dibuat oleh para netizen. Bahkan, salah satunya datang dari salah seorang mentalis sekaligus presenter papan atas Tanah Air, Deddy Corbuzier.

Melalui video yang berjudul “KARTU KUNING JOKOWI DAN KARTU MERAH ZAADIT TAQWA (Opini Keras Deddy Corbuzier)” yang diunggah di channel YouTubenya @DeddyCorbuzier, dia memberikan tanggapan terhadap aksi Zaadit tersebut.

Deddy sempat menyebutkan berbagai komentar negatif alias nyinyiran para netizen pada Zaadit Taqwa, di awal video. Lantas, dia menegaskan bahwa para netizen benar-benar membully Zaadit habis-habisan. Tak lama setelah itu, dia pun mengeluarkan pendapatnya sendiri.

“Sebenarnya mahasiswa ini gak salah,” ungkap Deddy dalam video.

Alasan Deddy melakukan pembelaan tersebut lantaran aksi Zaadit tersebut tidak menggunakan kekerasan. Dia menjelaskan mengekspresikkan pendapat tersebut boleh-boleh saja selama tak melakukan hal yang menentang aturan.

“Salahnya cuma satu, timming (waktu -red) Anda kurang tepat,” imbuhnya.

Lantas, Deddy pun menjelaskan bahwa pergerakkan mahasiswa juga sangat dibutuhkan ketika pemerintahan hancur berantakan, masyarakat gundah gulana, dan dibutuhkan perubahan yang besar.

“Ingat kan tahun 98 kalau tidak salah penggulingan pemerintahan kita dan reformasi,” tegasnya.

Di akhir video, Deddy memberikan pesan untuk para netizen agar berhenti menghujat Zaadit. Lantas, dia menjelaskan tentang fenomena aneh di mana orang yang melanggar bidang tertentu malah jadi duta bidang tersebut.

“Karena bahaya membully orang seperti ini,” kata Deddy.

“Ingat, orang yang tidak mengerti pancasila jadi duta pancasila,” ungkap Deddy.

“Gak lucu kan kalau dia jadi duta sepakbola,” pungkasnya dalam video tersebut.

(Ikhsan Djuhandar – www.harianindo.com)

Rini Masriyah :