Jakarta – Baru-baru ini, lembaga survei Litbang Kompas mengeluarkan hasil survei mereka. Berdasarkan hasil tersebut, elektabilitas Presiden Joko Widodo mengalami kenaikan. Di sisi lain, elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menjadi penantang terkuat petahana justru menurun.

Survey Kompas : Jokowi 55,9%, Prabowo 14,1%

Sebagaimana yang dikutip dari Kompas, pada Senin (23/4/2018), para responden yang memilih Jokowi apabila pilpres digelar saat ini mencapai 55,9 persen. Angka tersebut meningkat apabila dibandingkan dengan enam bulan sebelumnya, elektabilitas Jokowi masih berada pada angka 46,3 persen.

Sedangkan, potensi keterpilihan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto hanya 14,1 persen, turun dari hasil survei enam bulan lalu yang merekam angka 18,2 persen. Survei tersebut dilakukan pada 21 Maret-1 April 2018 silam, sebelum Prabowo menyatakan kesiapannya maju sebagai calon presiden di Rakornas Partai Gerindra, pada (11/4/2018) silam.

Turunnya elektabilitas tak hanya dirasakan oleh Prabowo saja, melainkan juga pada calon-calon potensial lainnya. Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang sebelumnya dipilih oleh 3,3 persen, kini menjadi 1,8 persen. Calon lainnya juga semakin susut keterpilihannya jadi kurang dari 1 persen.

Naiknya elektabilitas Jokowi dan turunnya potensi keterpilihan tokoh-tokoh penantangnya bisa dijelaskan dari dua sisi. Pertama, naiknya kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Jokowi. Kedua, masih kaburnya kepastian calon penantangnya untuk maju dalam Pemilu 2019.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)