Jakarta – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kembali melontarkan kritikannya untuk Pemerintah dibawah kendali Joko Widodo. Prabowo menyebut bahwa sistem ekonomi yang dijalankan pemerintah telah melenceng dari konstitusi. Pasal 33 UUD 1945 soal pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) dikatakannya telah ditinggalkan oleb pemerintah.

Sekjen PDIP Sindir Prabowo Dalam Mengelola Perusahaan

Hasto Kristiyanto

Pernyataan tersebut dilontarkan Prabowo saat menghadiri acara syukuran pembentukan Sekretariat Bersama (Sekber) Partai Gerindra, PKS, dan PAN di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (27/04/2018).

Mengetahui hal tersebut, Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto angkat bicara. Hasto malah balik menyindir mantan Danjen Kopassus itu.

Hasto mengatakan bahwa Prabowo dalam menjalankan beberapa perusahaannya saja masih kerap bermasalah. Ia menyarankan agar seorang pemimpin dapat berbicara berdasarkan prestasi.

Baca juga : Presiden KSPI Bakal Deklarasikan Prabowo Sebagai Capres Pilihan Buruh

“Beliau mengelola perusahaannya juga masih beberapa menjadi persoalan. Sebaiknya, pemimpin itu berbicara berdasarkan prestasi,” ungkap Hasto di Season City, Tambora, Jakarta Barat, Minggu (29/04/2018).

Hasto menilai bahwa kritik yang dilontarkan Prabowo didasari atas rasa benci. Hasto pun yakin kritik Prabowo itu tidak disertai data dan fakta konkret. Hasto juga menyarankan agar mantan menantu Presiden Soeharto itu lebih banyak memperlihatkan kinerja yang baik sebagai seorang pemimpin ketimbang melontarkan kritik kosong.

“Menjadi pemimpin itu bicara berdasarkan kinerja. Yang dilakukan (Prabowo) bukan berdasarkan upaya-upaya tanpa data, tanpa fakta, (tapi hanya) karena tidak suka,” tegas Hasto.
(Muspri-harianindo.com)