Jakarta – Mengenai insiden di CFD kemarin Minggu, kali ini Ray Rangkuti selaku pengamat politik Lingkar Madani mengaku prihatin melihat situasi tersebut. Diapun menyayangkan adanya agenda politik di tempat yang seharusnya menjadi ajang keluarga berakhir pekan tersebut.

Intimidasi di CFD, Pemda DKI Diminta Belajar Dari Ahok

Seperti yang telah diketahui bahwa pelarangan agenda politik juga telah tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 12 Tahun 2012 yang ditandatangi langsung oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai gubernur kala itu. Karena sudah ada regulasi yang mengatur, Ray meminta agar Pemda DKI mengeluarkan sikap tegas supaya kembali berpedoman kepada Pergub tersebut.

Saat ditemui kemarin, Ray berkata bahwa “Mempergunakan hari keluarga untuk kepentingan kampanye itu hubungannya dengan Pemda DKI. Sebaiknya mereka kembali ke komitmen yang sebelumnya dilakukan oleh Ahok, bahwa car free day dilarang ada kampanye di situ,”

Sedangkan secara etika, Ray berujar bahwa sejatinya menjadikan acara CFD sebagai ajang kampanye juga tidak baik. Sebab acara itu banyak dihadiri oleh anak-anak di bawah umur. Oleh karena itu, Ray mengimbau agar masing-masing kelompok menahan diri untuk kemaslahatan bersama.

“Itu CFD ruang keluarga, ada anak-anak, ada macam-macam usia yang diharapkan di situ membangun kekeluargaan. Oleh karena itu, baik yang dukung Jokowi ataupun tolak Jokowi harus menahan diri,” tegas Ray.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)