Bekasi – Anak berumur 16 tahun di Kota Bekasi, Jawa Barat berinisial W diduga menjadi korban perdagangan manusia yang dipekerjakan di suatu tempat karaoke di daerah Nabire, Provinsi Papua.

Heboh, Anak 16 Tahun Ini Jadi Korban Perdagangan Manusia

Hendrik (55) ayah korban menceritakan awal mula kejadian anaknya yang sempat dinyatakan menghilang dari rumahnya sejak awal Januari 2018 lalu.

“Ini anak begitu lulus mau lanjutin ke SMK, karena dananya begitu besar saya mau usahakan cari dananya. Tapi ga lama dia berubah pikiran mau kerja aja, tapi saya larang, ‘ga boleh kerja, kamu masih dibawah umur, jangan sampai kamu bekerja kamu harus sekolah cita-cita kamu harus terlaksana, bagaimana pun itu kamu harus sekolah’,” Kata Hendrik di kediamannya di Teluk Buyung, Bekasi Utara, Senin (30/4/2018).

Lanjut Hendrik, anaknya juga sempat nekat mencari ijazah SMPnya ketika ia sedang tidur, tapi sang anak tidak menemukan ijazahnya tersebut dan sampai akhirnya sang anak tidak pernah kembali ke rumah lagi.

“Setelah satu minggu kita tunggu dia ga pulang juga, satu bulan kemudian dia telepon ibunya bilang di Pekanbaru. Setelah itu tidak ada komunikasi lagi, 1,5 bulan kemudian dia bilang ke ibunya dia ada di Papua dan dia disana kerja sebagai asisten rumah tangga,” ujarnya.

Baca juga: Gagal Rampok Pabrik, Tiga Garong Ini Diringkus Polisi

Saat ditanya oleh kedua orang tuanya mengenai siapa orang yang membawanya ke Papua, W menutupi identitas orang tersebut ketika ditelepon orang tuanya.

“Dia takut sama yang memberangkatkan itu. Mungkin ada ancaman atau bagaimana saya nggak tahu, akhirnya dia bilang ‘ya saya diberangkatkan Bu Dewi melalui Ka Novi’,” pungkasnya. (Tita Yanuantari – harianindo.com)