Home > Ragam Berita > Nasional > Disebut Pakai Gelang Kode di CFD, Ini Kata Pengacara Susi Ferawati

Disebut Pakai Gelang Kode di CFD, Ini Kata Pengacara Susi Ferawati

Jakarta – Korban aksi dugaan intimidasi yang terjadi di kawasan Car Free Day (CFD), Susi Ferawati, kini justru dituduh melakukan rekayasa karena gelang yang dikenakannya yang ramai di media sosial disebut dengan ‘gelang kode’.

Disebut Pakai Gelang Kode di CFD, Ini Kata Pengacara Susi Ferawati

Gelang berbentuk biji-bijian berwarna coklat itu dikatakan sebagai identitas mereka yang melakukan rekayasa.

Sorotan soal ‘gelang kode’ ini pertama kali dikatakan oleh Mustofa Nahrawardaya melalui akun Twitternya @NetizenTofa yang mengatakan bahwa dirinya menemukan kejanggalan karena korban, pelaku, dan provokator pada insiden intimidasi di CFD tersebut mengenakan gelang yang serupa.

“Baik pelaku, korban maupun para provokator dan orang yang mengaku polisi di lokasi kejadian menggunakan gelang yang hampir sama. Ada beberapa orang yang mengaku sebagai polisi tetapi mengenakan gelang yang mirip dengan pelaku, korban, dan provokator intimidasi,” ujar Mustofa, Kamis (3/5/2018).

Gelang tersebut juga dipakai Susi Ferawati saat melaporkan dugaan intimidasi di CFD ke Polda Metro Jaya pada Senin (30/4/2018) lalu.

Terkait hal ini, pengacara Fera, Muannas Alaidid, mengatakan bahwa Fera mendapatkan gelang tersebut saat umroh ke Madinah, Arab Saudi. Fera juga disebutnya tidak mengenal korban yang lainnya.

“Jadi kalau masalah gelang itu tanda munculnya kepanikan dia. Waktu saya tanya ke Bu Fera, dia beli gelang waktu umrah di Madinah. Kedua, dia tak saling mengenal dengan Pak Stedi atau korban yang dipersekusi juga di CFD itu,” kata Muannas, Kamis (3/5/2018).

“Jadi kalau kemudian dicocok-cocokkan biarin saja, itu asumsi Mustofa saja. Tapi untuk membuat satu perkara menjadi terang adalah penegakan hukumnya,” sambungnya.

Karena itu, ia meminta polisi untuk menangkap semua pelaku intimidasi agar nantinya menjadi jelas atau benar rekayasa atau murni tindakan kriminal.

“Kalau ingin terbuka soal apa yang terjadi di CFD ya dengan menangkap semua pelakunya. Karena nanti bakal ketahuan betulkah ada skenario atau kejahatan kriminal yang terjadi secara alamiah? Karena tanpa itu sulit untuk dibuktikan. Dengan penangkapan itu kan baru dapat diketahui apakah benar saling mengenal,” ujar Muannas.
(samsul arifin – www.harianindo.com)

x

Check Also

Adik Prabowo Sebut Pemerintah Saat Ini Belum Wujudkan Sila Kelima

Adik Prabowo Sebut Pemerintah Saat Ini Belum Wujudkan Sila Kelima

Jakarta – Pemerintah saat ini dinilai belum mewujudkan sila kelima Pancasila yakni keadilan sosial bagi ...


Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/harianindo/public/wp-content/plugins/mashshare-sharebar/includes/template-functions.php on line 135