Jakarta – Walaupun ekonomi Indonesia bertumbuh sebesar 5,06% pada kuartal I 2018, ternyata belum cukup untuk memperkuat rupiah terhadap dollar. Sejak Senin kemarn, rupiah bahkan tembus ke level Rp14.000 per USD.

Makin Melemah, Rupiah Sentuh Rp 14 Ribu Per USD

Rupiah di indeks Bloomberg berakhir jatuh 56 poin atau 0,40% ke level R14.001 per USD, dibanding penutupan Jumat di Rp13.945 per USD. Senin ini, rupiah diperdagangkan di level Rp13.949-Rp14.003 per USD.

Sedangkan menurut data dari Yahoo Finance pada Senin petang, rupiah terpantau terdepresiasi 59 poin atau 0,42% ke level Rp13.994 per USD, dibanding penutupan akhir pekan di Rp13.935 per USD. Dan kemarin, rupiah berada di level Rp13.933-Rp14.000 per USD.

Keperkasaan dolar AS belakangan ini, semakin memuncak imbas data perekonomian AS yang menguat.

Reuters mengabarkan bahwa indeks USD berada di level 92,461, mendekati level tertinggi pada akhir pekan lalu di 92,908, yang merupakan level tertinggi greenback sejak akhir Desember 2017.

Indeks USD telah menguat selama tiga pekan berturut-turut, ditambah data pekerjaan dan upah di negaranya Donald Trump yang menguat. Upah per jam di AS naik sekitar 0,1% pada April. Sedangkan tingkat pengangguran mendekati level terendah 17½ tahun, menjadi level 3,9%.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)