Jakarta – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian meninjau langsung Rutan Mako Brimob setelah kerusuhan oleh napi teroris. Dalam penanganan kasus ini, Tito memastikan mendapat arahan yang jelas dari Presiden Joko Widodo untuk menindak tegas para pelaku.

Kapolri Akui Sudah Dapat Arahan dari Prisiden untuk Tindak Tegas Teroris

Kapolri Jenderal Tito Karnavian

“Bapak Presiden tegas perintahnya kepada saya. Kalau seandainya tidak ada opsi lain, tegas saja Pak Kapolri. Kita tegas saja. Saya sampaikan siap saya laksanakan,” ujar Tito di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis (10/5/2018).

Meski saat kejadian Tito sedang beradai di Yordania, dia terus berkomunikasi dengan seluruh jajaran Polri di Indonesia. Laporan berkala kepada Presiden Jokowi juga terus dilakukan.

Tito menjelaskan, saat itu opsi untuk penindakan tegas memang sangat terbuka. Tapi, setelah dicermati, peluang untuk melakukan negosiasi hingga ultimatum masih bisa dilakukan. Mengingat, ada satu bayi yang masih ada di dalam rutan.

Saat itu, sudah ada 500-1.000 pasukan Brimob dan Densus 88 di sekitar rutan yang sudah siaga bila keputusan jatuh pada tindakan tegas dengan estimasi masih ada 155 napi di dalam. Tapi, Polri memilih langkah untuk memberikan warning atau ultimatum terlebih dahulu.

“Kita tidak ingin ada korban. Padahal banyak yang tidak ingin melakukan kekerasan. Situasi ini juga saya sampaikan kepada Bapak Presiden bahwa ada situasi seperti itu. Sehingga kita berikan warning,” jelas Tito.

Tito bersyukur, warning itu diperhatikan oleh para napi. Sehingga pada Kamis pagi semua napi bersedia menyerahkan diri. “Alhamdulillah satu sandera anggota polisi Bripka Iwan kemudian pukul 00.00 WIB dilepas dan besok paginya (napi) kemudian keluar menyerahkan diri,” ucapnya. (Tita Yanuantari – harianindo.com)