Jakarta – Ma’ruf Amin selaku Ketua MUI sudah menyatakan bahwa lewat Ijtima Ulama ke-6 di Banjarmasin, MUI resmi menegaskan bahwa bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah final dan sah secara agama.

Ketum MUI Menegaskan Penentang NKRI Adalah Pemberontak

Antara mengabarkan bahwa diacara tersebut, beliau mengatakan bahwa “Dengan keabsahan negara ini menjadi legitimasi kuat bahwa penentangnya menjadi pemberontak atau ‘bughat’,”

Ditutup pada hari Rabu lalu, Ijtima Ulama di Banjarmasin membahas berbagai persoalan dari sudut pandang agama, salah satunya mengenai NKRI. Fatwa dan hasil ijtima itu menjadi cara menjawab melalui fikih berbagai persoalan bangsa dan negara.

Hal ini berdasarkan perjalanan legitimasi NKRI yang akhirnya sah secara agama. Pada 1954, terjadi polemik soal NKRI itu dengan adanya anggapan konsep kenegaraan itu tidak sah secara agama. Pada periode itu ulama merespons dengan berkumpul di kawasan Puncak, Jawa Barat untuk membahas persoalan tersebut.

Akhirnya, kata dia, disetujui bahwa pemerintah RI yang dipimpin Presiden Sukarno adalah sah secara fikih. Kedudukan presiden diartikan sebagai ‘waliyul amri’ (pemegang kekuasaan eksekutif) sah secara agama, termasuk aparat di bawahnya yang bertindak menjalankan tugas agama.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)