X
  • 3 months ago
Categories: Nasional

Jadi Saksi, Pendukung Ahok Merasa Tersinggung Dengan Cuitan Dhani

Jakarta – Salah seorang pendukung Ahok, Natalia Dwi Lestari hadir untuk menjadi saksi dalam kasus ujaran kebencian dengan terdakwa salah seorang musisi senior, Ahmad Dhani. Dalam kesaksiannya kala itu, Natalia mengaku merasa tersinggung dengan cuitan yang diunggah Dhani di akun Twitter Pribadinya. Cuitan Dhani itu menyebutkan bahwa pendukung penista agama wajib diludahi.

“Saya lihat capture-an yang isinya di tangal 7 Februari ada kata-kata yang menista si Ahok tapi yang diadili KH Mar’uf Amin. Lalu saya lihat di capture-an selanjutnya siapa pun yang mendukung penista agama wajib di ludahi mukanya. Di situ saya merasa karena ada (tweet) tanggal 6 yang tertulis yang menista si Ahok. Saya merasa sebagai pendukung harus diludahi juga mukanya,” kata Natalia di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Senin (28/5/2018).

Awalnya, Natalia mengaku melihat cuitan Dhani tersebut lewat Facebook Jack Lapian. Lantas, dirinya mencoba untuk mengeceknya sendiri ke akun Twitter @AHMADDHANIPRAST. Natalia yakin cuitan tersebut dibuat oleh Dhani lantaran terdapat inisial nama ADP di belakang tweet tersebut.

Kemudian sembari membuka Twitter, Natalia juga berkomunikasi dengan Jack Lapian dan mendukung Jack yang berencana bakal melaporkan Dhani ke polisi. Ia merupakan pendukung pasangan Ahok-Djarot pada masa Pilkada DKI 2017 silam. Namun ia mengaku bukan sebagai relawan, tetapi hanya mendukung Ahok secara suara dan moral.

“Saya bilang pak Jack, saya mau support di situ karena saya merasa tidak terima ya,” kata Natalia.

“Kalau pendukung secara moral iya, tapi terjun ke lapangan enggak,” ujar Natalia.

Sebagai seorang pendukung Ahok, ia merasa dirugikan dengan cuitan Dhani lantaran merasa dibully. Selanjutnya Pengacara Dhani, Ali Lubis menanyakan dampak dari cuitan Dhani yang dirasakan saksi. Menurut Natalia dia tidak pernah ada ancaman fisik atau diludahi.

“Apapun bentuknya yang namanya pendukung, itu dibully, kita sebagai pendukungnya kita pasti langsung ikut merasakan. Betul (dirugikan),” ungkap Natalia.

“Setelah Tweet itu Saudara ada diludahi nggak mukanya?” tanya Ali.

“Tidak pernah,” jawab Natalia.

“Artinya tidak ada dampak?” tanya Ali lagi.

“Saya rasa itu orang gila yang akan ludahi. Tiba-tiba dia nggak kenal saya, ludahi saya. Kalau langsung ludahi ya tidak ada,” kata Natalia.

Dalam kasus ini, Dhani didakwa melakukan ujaran kebencian lewat akun Twitter. Menurut jaksa, cuitan Dhani tersebut bisa menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan. Ada tiga cuitan yang diunggah di akun Twitter Ahmad Dhani, @AHMADDHANIPRAST. Cuitan tersebut diunggah admin Twitter Ahmad Dhani, Bimo.

(Ikhsan Djuhandar – www.harianindo.com)

Rini Masriyah :