Bogor – Koran Harian Radar Bogor telah memuat sebuah berita yang memancing emosi para kader dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bogor. Pemberitaan tersebut langsung ditujukan kepada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri.

Kepung Radar Bogor, PDIP Merasa Megawati Disudutkan Dengan Angka Rp 112 Juta

Kepung Radar Bogor, PDIP Merasa Megawati Disudutkan Dengan Angka Rp 112 Juta

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata mengatakan bahwa pihaknya merasa sangat keberatan atas pemberitaan yang diterbitkan koran harian Radar Bogor edisi Rabu (30/05/2018) berjudul Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp 112 Juta.

Dadang menjelaskan bahwa meskipun sudah tertuang dalam dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 42/2018 tertulis Rp 112 juta, tapi gaji yang akan diterima Megawati Soekarnoputri tak berbeda dengan pejabat lain, yaitu hanya Rp 5 juta. Dia menilai, berita itu terkesan tendensius dan beropini miring dan menyerang ketua umumnya.

“Sebagaimana yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani, gaji pokok Dewan Pengarah BPIP tak berbeda dengan gaji pokok yang diterima para pejabat negara lainnya, yakni sebesar Rp 5 juta,” kata Dadang seperti yang dilansir dari Merdeka, Kamis (31/05/2018).

Baca juga : PDIP Minta Radar Bogor Cari Wartawan Yang Menulis Judul Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp112 Juta

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Bogor, Atty Somaddikarya, mengatakan bahwa pemberitaan yang ditujukan langsung kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri sebagai upaya pembunuhan karakter.

Akan tetapi ratusan kader PDIP mulai terpancing emosinya ketika kedatangan mereka tidak terlayani dengan baik oleh pihak manajemen.

“Kami minta dihadirkan wartawan yang nulisnya, satpam juga sempat menghalangi masuk untuk bertemu pimpinan Radar Bogor. Karena massa yang datang banyak dan tidak dilayani dengan baik, terjadi insiden pengrusakan itu,” kata Atty.

Meski begitu, saat ini permasalahan tersebut sudah dianggap selesai oleh kedua belah pihak. Atty menjelaskan bahwa pihaknya sudah menyampaikan permohonan maaf atas insiden pengrusakan fasilitas kantor Radar Bogor. Sedangkan pihak Radar Bogor juga mengakui ada kelalaian dalam memuat tulisan di pemberitaan tersebut.

“Tapi itu semua sudah clear. Saya selaku sekretaris partai sudah meminta maaf atas insiden itu,” pungkasnya.
(Muspri-harianindo.com)