Jakarta – Pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang menyebut adanya 40 masjid di Ibu Kota yang terpapar paham radikal dan intoleransi, baru-baru ini mendapat bantahan dari Wakapolri Komjen Syafruddin.

Wakapolri Bantah Ucapan Sandiaga Soal Masjid Terpapar Radikalisme

Jenderal yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) tersebut menegaskan, apa yang diucapkan oleh Sandiaga tersebut sama sekali tidak benar dan tidak terbukti. Pasalnya, menurut dia, masjid adalah benda, bukan orang.

“Saya bantah ucapan itu, Wagub tidak benar,” ujar Syafruddin, Jakarta, Jumat (8/6/2018).

“Yang terpapar itu pasti bukan masjid, karena masjid adalah benda bukan orang,” ucap Syafruddin.

Hal demikian juga sama dengan pengurus masjid. Menurut Mantan Kapolda Kalimantan Selatan tersebut, hingga saat ini masih belum ada pengurus masjid yang terpapar radikalisme.

“Saya bantah itu, tidak benar,” Syafruddin menandaskan.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto juga mengaku belum mengetahui terkait info 40 masjid di Jakarta yang terpapar radikalisme tersebut. Meski demikian, Polri tetap akan menelusuri informasi tersebut.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)