Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengklaim bahwa pihak pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengantongi sebanyak 40 masjid yang diduga terpapar paham radikalisme dan intoleransi.

Polisi Mengaku Tidak Punya Data 40 Masjid Yang Diklaim Sandiaga Terpapar Radikalisme

Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno

Sayangnya pria yang akrab disapa sandi itu enggan membeberkan lebih lanjut nama masjid-masjid yang dimaksud tersebut. Sandi beralasan bahwa hal itu untuk mencegah adanya perpecahan dikalangan masyarakat.

Selain Sandi, hal yang sama juga diungkapkan oleh Kepala BIN Jenderal (purn) Budi Gunawan (BG). BG mengakui bahwa sebanyak 40 masjid dan pondok pesantren kini berada dalam pantauan lembaganya.

Sayangnya BG juga enggan menyebutkan masjid dan pesantren yang dimaksud. BG berasalan bahwa data tersebut bukanlah sesuatu yang dapat dikonsumsi publik.

Baca juga : Ketua MPR : “Mana Ada Masjid Ajarkan Radikalisme dan Intoleransi”

Mendengar kabar tersebut, Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto masih belum dapat memastikan kebenarannya. Setyo menjelaskan bahwa untuk membuktikan kebenaran ucapan itu, Polri harus turun ke lapangan.

“Saya cek dulu. Saya tidak punya datanya,” kata Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (07/06/2018).

Setyo mengatakan bahwa pihaknya masih belum bisa berkomentar banyak soal kasus tersebut. Termasuk mencari siapa yang harus bertanggung jawab atas penyebaran paham radikal dan intoleransi yang dimaksud.

“Kalau masjid kan ada DKM (dewan kemakmuran masjid). Nanti kami cek. Kan kami belum tahu,” pungkasnya.
(Muspri-harianindo.com)