Jakarta – Jagoan yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kembali kalah di Pilkada Serentak 2018, hanya ‘memegang’ Jawa Tengah yang dimenangkan pasangan Ganjar Pranowo – Taj Yasin menurut perhitungan cepat (quick count).

PDIP Kembali Kalah di Dua Pilkada di Pulau Jawa, Hanya Menguasai Jawa Tengah

Sebelumnya pada 2017, PDIP juga mengalami dua kekalahan di Pilkada.

Di Pilkada DKI Jakarta yang menghebohkan itu, PDIP yang mengusung pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) – Djarot saiful Hidayat harus kalah dari pasangan Anies Baswedan – Sandiaga Uno.

Sedangkan pada Pilkada Banten, pasangan Rano Karno – Embay Mulya Syarief yang diusung PDIP juga kalah dengan pasangan Wahidin – Andika Hazrumy.

Untuk Pilkada 2018 yang telah usai penghitungan cepatnya, PDIP kembali kalah di dua wilayah, yakni Jawa Timur dan Jawa Barat.

Di Jawa Timur, PDIP yang mengusung pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Puti Guntur Soekarno, kalah dari pasangan Khofifah Indar Parawansa – Emil Dardak.

Sedangkan pasangan Tb Hasanuddin – Anton Charliyan di Pilkada Jabar, kalah dari pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul.

Terkait kekalahan beruntun ini, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira mengatakan bahwa hasil tersebut tidak sangat mengecewakan.

“Kita juga masih tunggu hasil pilkada di tingkat kabupaten dan kota yang juga masih berlangsung. Memang dari hasil pilkada, di samping memenangkan pilkada itu sendiri, PDI Perjuangan melihat pilkada sebagai instrumen konsolidasi partai. Buat partai, ini tidak sangat mengecewakan,” kata Andreas Hugo Pareira kepada wartawan, Rabu (27/6/2018).
(samsul arifin – harianindo.com)