Jakarta – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana berencana kembali maju dalam bursa pemilihan anggota legislatif 2019. Namun, dalam pemilihan nanti pria yang akrab dipanggil Lulung ini akan maju sebagai anggota DPR.

Lulung Berencana Kembali Maju Dalam Pilpres 2019

“Saya masih membangun komunikasi. Permintaan saya memang di DPR, cuma kebijakannya tetap di partai,” kata Lulung di kantor DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (2/7/2018).

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini akan maju sebagai caleg dari Partai Amanat Nasional (PAN). Ia akan mendaftar di daerah pemilihan Jakarta. “Ya, kira-kira gitu (PAN). Insyaallah Jakarta,” imbuhnya.

Sebelumnya, Wakil Sekjen DPP PPP Achmad Baidowi meminta Lulung untuk bersikap gentleman. “Selaku politisi, Lulung tidak gentle mengakui kekalahan dalam proses politik. (Dia) hanya menunggu durian runtuh,” kata Baidowi dikutip dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa, 19 Juni 2018.

Bahkan, kata Baidowi, DPP PPP sudah banyak mengalah dan menawarkan beberapa kompensasi kepada Lulung. Mulai dari tidak diganti sebagai anggota DPRD DKI Jakarta hingga akan dijadikan salah satu pengurus harian DPP PPP yang membidangi pemenangan DKI Jakarta dan Banten.

Jika Lulung ingin berpindah partai, sebutnya, bukanlah sesuatu yang baru. Lulung sudah lama berkecimpung di dunia politik, meski hanya di PPP Lulung bisa lolos menjadi caleg.

“Jadi kita hormati saja pilihan Lulung jika memang harus pindah partai. Karena kami sudah berusaha untuk melakukan pendekatan politik,” tutur dia.

Baca juga: Nizar Zahro Nilai Rezim Jokowi Kerap Lakukan Kebohongan

Namun demikian, Baidowi meminta Lulung keluar secara resmi dari PPP terlebih dahulu. “Jika berjiwa kesatria hendaknya mengundurkan diri, tidak berkoar-koar menggunakan fasilitas pimpinan DPRD yang didapat melalui PPP,” tukasnya.

Lulung sebelumnya membenarkan kabar dirinya akan bergabung ke Partai Amanat Nasional (PAN). Lulung mengatakan, kepindahannya ini dikarenakan ia kecewa terhadap PPP yang tak memberinya posisi strategis. (Tita Yanuantari – harianindo.com)