Jakarta – Seluruh jajaran Polri mulai gencar untuk melakukan penangkapan sekaligus pengungkapan jaringan aksi terorisme dari kelompok radikal yang seluas-luasnya. Upaya tersebut terlihat dari dibentuknya Satgas Khusus Antiteror yang tempatkan disetiap Polda yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia.

Terorisme, Tito Karnavian : "JAK Ini Mendukung JAD"

Kapolri Jenderal Tito Karnavian

”Pelaku, inspirator, ideolog, pendukung, dan pemberi dana semua ditangkap. Itu instruksi saya,” tegas Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat ditemui di Mako Brimob, Kelapa Dua Depok, Senin (15/07/2018).

Tito mengatakan bahwa sebenarnya jaringan kelompok teror di Surabaya, Jogja, dan Indramayu itu memang terhubung. Jaringan yang ada di Surabaya dan Indramayu, jelas Tito, merupakan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Sedangkan jaringan yang ada di Jogja itu merupakan Jamaah Ansharut Khilafah (JAK).

”JAK ini mendukung JAD,” tuturnya.

Lebih lanjut Tito menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah berhasil sekitar 200 orang terduga teroris. Sebanyak 20 diantaranya meninggal dunia karena melawan saat ditangkap. Penangkapan tersebut dimulai sejak aksi teror yang terjadi di Surabaya beberapa waktu yang lalu.

Baca juga : Komjen Syafruddin Pastikan Polri Kini Punya Alat Canggih Untuk Cegah Terorisme

”Setiap ancaman terhadap masyarakat dan petugas bisa diantisipasi dengan kekuatan yang mematikan. Kelompok teror ini melakukan serangan yang mengancam nyawa, maka tidak salah bila dihadapi dengan kekuatan yang mematikan pula,” tegasnya.

Tito menambahkan bahwa sesuai dengan UU Terorisme yang masih berlaku, pihaknya akan tetap memproses Hasanah, istri pelaku penerobosan Mapolres Indramayu. Hal itu dapat dilihat dari apakah istri pelaku ini mengetahui rencana aksi teror atau malah mengetahui pembuatan bom di rumahnya.

”Dengan UU (Antoterorisme yang) baru, tanpa ikut-ikutan tapi mengetahui suaminya mengikuti kelompok teror dapat diproses. Atau ditahan selama 200 hari,” pungkasnya.
(MUspri-harianindo.com)