Surabaya – Baru-baru ini, angka kemiskinan di Kota Surabaya diklaim menurun drastis. Hal tersebut sebagaimana yang dikatakan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Hal tersebut lantaran sejumlah program peningkatan ekonomi masyarakat yang telah dilakukan.

Walikota Surabaya Klaim Turunkan Angka Kemiskinan Hingga 5 Persen

“Angka kemiskinan tinggal 5 persen dari sebelumnya 12 persen saat awal saya menjabat (2010),” kata Risma usai paparan sebagai finalis Top 99 Inovasi Pelayanan Publik di Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Rabu (18/7/2018).

Program peningkatan ekonomi masyarakat yang mampu mengurangi kemiskinan yakni Pahlawan Ekonomi (PE) dan Pejuang Muda (PM) yang saat ini anggotanya mencapai 9148 kelompok masyarakat. Sedangkan PM dibuat untuk anak muda yang putus sekolah atau anak yang tak melanjutkan ke perguruan tinggi.

“PE saya buat agar warga miskin keluar dari kemiskinan, bagaimana menghidupkan mesin kedua. kalau suami tukng becak kalau tetap miskin maka mesin kedua kita gerakkan yakni istrinya,” ungkapnya.

“Baik PE dan PM, tidak hanya kami beri pelatihan ketrampilan dalam produk. Kami juga berikan pelatihan manajemen keuangan dan cara penjualan secara digital,” ungkap Risma.

Wali Kota perempuan pertama di Kota Surabaya tersebut membeberkan pendapatan warga yang mengikuti program peningkatan ekonomi kemasyarakatan mengalami peningkatan signifikan. Dalam paparannya, Risma juga mengungkapkan dua inovasi Kota Surabaya dalam penghargaan tahunan ini.

“Sekarang untuk pendapatan rendah 34 persen tinggal 8 persen yang tinggi 4 persen menjadi 41 persen dan sisanya menengah. Semua kami lakùkan selama 7,5 tahun,” pungkas Risma.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)