Jakarta – Pernyataan pesimistis diungkapkan oleh Fahri Hamzah terkait tingkat elektabilitas Salim Segaf al-Jufri sebagai bakal calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo Subianto di Pemilu 2019. Terlebih, munculnya nama ketua Majelis Syura PKS itu bukan dari proses partai politik tapi karena ijmak ulama.

Fahri Hamzah Tak Yakin Salim Segaf Bisa Dongkrak Elektabilitas Prabowo

Saat ditemui di Jakarta kemarin Selasa, dirinya berujar bahwa “Sebenarnya di PKS dari sembilan nama yang diajukan. Setahu saya itu harus diputuskan terlebih dahulu di musyawarah majelis syura siapa sembilan (cawapres) yang akan diutus mewakili,”

Tak hanya itu, dirinya juga mengatakan bahwa munculnya nama Salim sebagai cawapres yang direkomendasikan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama tak serta-merta diterima begitu saja oleh parpol pengusung Prabowo.

“Jadi proses di GNPF itu proses nonparpol,” katanya.

Fahri menilai bahwa nama Salim hanya memiliki tingkat keterpilihan kecil. Sebab, elektabilitas mantan menteri sosial itu tak lebih dari dua persen suara dari PKS.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)