Jakarta – Desakan yang dilakukan PKS agar Prabowo Subianto menjalankan rekomendasi Ijtimak Ulama, kali ini dikomentari oleh Demokrat bahwa hal tersebut tak perlu dipaksakan.

Ferdinand Minta PKS Tidak Terlalu Menekan Prabowo

Saat ditemui kemarin, Ferdinand Hutahaen berkata bahwa “Biarkan saja PKS bermanuver dengan Ijtimak Ulama-nya karena Salim Segaf kan pks. Jadi bagi kami Demokrat, biarkan saja PKS bermanuver bahkan terus menekan Prabowo karena itu justru akan menjauhkan PKS dari Prabowo,”

Belum lama ini muncul kabaran mengenai PKS yang mendorong Salim Segaf sebagai cawapres Prabowo, sedangkan di sisi lain PAN meng-endorse Ustaz Somad. Tak ingin kalah, Demokrat yang sudah menyatakan mendukung Prabowo mengusulkan kadernya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Apa susahnya menyerahkan keputusan cawapres kepada Prabowo? Kan mudah. Kita percaya Prabowo mampu sebagai pemimpin memilih wakilnya. Jadi tak perlu dipaksa-paksa apalagi harus memperalat nama ulama lewat hasil Ijtimak,” kata Ferdinand.

“Prabowo itu pemimpin partai, bukan petugas partai dan bukan petugas PKS. Serahkan saja dengan iklas kepada Prabowo, beliau akan bijak memilih untuk menang,” imbuhnya.

“PKS sebaiknya menahan sedikit syahwat politiknya dengan menghentikan menekan-mekan Prabowo. Jangan kita tempatkan Prabowo dalam posisi tertekan, tidak elok. Prabowo itu pemimpin, bukan petugas yang bisa ditelan tekan,” tutur Ferdinand.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)