Jakarta – Ijtimak Ulama yang digelar Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) itu merekomendasikan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai capres. Sementara itu untuk cawapres Prabowo, Ijtimak Ulama merekomendasikan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri dan Ustaz Abdul Somad.

Ferdinand : "Kami Percaya Prabowo Bukan Orang Plinplan Seperti Kata Tifatul"

Ferdinand Hutahaean

PKS mendorong Salim Segaf sebagai cawapres Prabowo, dan PAN meng-endorse Ustaz Somad juga sebagai cawapres Prabowo. Bahkan PKS menyarankan agar Prabowo tetap menjalankan rekomendasi Ijtimak Ulama dalam memilih cawapres.

Mengetahui hal itu, Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean angkat bicara. Ia meminta kepada PKS agar tak memaksakan kehendak dan menyerahkan soal cawapres kepada Prabowo.

“Biarkan saja PKS bermanuver dengan Ijtimak Ulama-nya karena Salim Segaf kan pks. Jadi bagi kami Demokrat, biarkan saja PKS bermanuver bahkan terus menekan Prabowo karena itu justru akan menjauhkan PKS dari Prabowo,” kata Ferdinand saat ditemui di Jakarta, Sabtu (04/08/2018).

Baca juga : Anies Masih Masuk Pertimbangan Jadi Cawapres Prabowo

“Apa susahnya menyerahkan keputusan cawapres kepada Prabowo? Kan mudah. Kita percaya Prabowo mampu sebagai pemimpin memilih wakilnya. Jadi tak perlu dipaksa-paksa apalagi harus memperalat nama ulama lewat hasil Ijtimak,” sambungnya.

Ferdinand juga memberikan pembelaan pada Prabowo dengan menepis pernyataan anggota Majelis Syuro PKS Tifatul Sembiring. Seperti yang diketahui Tifatul Sembiring menyebut Prabowo termasuk sosok yang yang plinplan karena tak kunjung memutuskan siapa cawapresnya.

Ferdinand mengatakan jika pihaknya merasa percaya dan tetap memberikan keleluasaan kepada Prabowo untuk memilih sendiri sosok cawapresnya.

“Kami percaya Prabowo bukan orang plinplan seperti kata Tifatul. Kami yakin Prabowo sudah yakin akan memilih siapa, jadi kita serahkan saja kepada Prabowo,” pungkasnya dengan tegas.
(Muspri-harianindo.com)