X
  • 7 days ago
Categories: Nasional

Sosok Yang Melabeli Prabowo Jenderal Kardus Ternyata Aktivis 98

Jakarta – Retaknya hubungan koalisi yang dibangun antara Demokrat dengan Gerindra kali ini tak lain karena pernyataan politikus Demokrat, Andi Arief, yang menyebut Prabowo sebagai Jenderal Kardus.

Ternyata setelah ditelusuri, Andi Arief adalah politikus yang lahir di masa reformasi. Pengalaman Andi Arief sebagai aktivis pro demokrasi sedikit banyak membentuk gaya politiknya saat ini.

Seperti yang telah diketahui, pada 1998 silam Andi termasuk salah satu dari belasan aktivis mahasiswa yang diculik karena dianggap membahayakan rezim Orde Baru.

Solidaritas Mahasiswa untuk Demokrasi (SMID) adalah salah satu organisasi yang menaungi aktivitas politik Andi Arief pada tahun-tahun menjelang keruntuhan rezim Orde Baru. Ia tercatat pernah menjadi Ketua SMID pada 1996.

Sekedar informasi, SMID sendiri bukan organisasi ecek-ecek. SMID adalah salah satu organisasi yang menggagas terbentuknya Partai Rakyat Demokratik (PRD).

Sejumlah pengamat menyebut PRD sebagai salah satu lokomotif utama yang menggerakkan perlawanan mahasiswa dan rakyat terhadap rezim Orde Baru. Tak heran, menjelang dan selama reformasi, ada banyak aktivis SMID dan PRD yang menjadi korban penculikan Tim Mawar.

Andi diculik di Lampung, 28 Maret 1998 atau hanya dua bulan menjelang jatuhnya Soeharto dari kursi presiden. Aktivis SMID dan PRD yang juga diculik saat itu antara lain Suyat, Nezar Patria, dan Mugiyanto.

Bersama sejumlah rekannya, Andi termasuk salah satu yang dilepaskan. Sementara beberapa rekan Andi yang lain belum diketahui nasibnya sampai saat ini.

(Ikhsan Djuhandar – www.harianindo.com)

Rini Masriyah :