Stavelot – Pembalap Ferrari, Kimi Raikkonen, menuding kesalahan timnya saat menghitung sisa bahan bakar di mobil sebagai penyebab kegagalan meraih pole position di Formula One (F1) Grand Prix (GP) Belgia 2018. Gara-gara problem tersebut, pembalap asal Finlandia itu urung melakukan satu putaran terakhir.

Raikkonen Beberkan Penyebab Kegagalan Raih Pole Position

Raikkonen merupakan salah satu favorit perebut posisi terdepan pada babak kualifikasi F1 GP Belgia 2018. Ia sempat duduk di peringkat pertama pada 5 menit terakhir sesi kualifikasi tiga di sirkuit Spa-Francorchamps. Di saat bersamaan, kondisi sirkuit meningkat usai diguyur hujan.

Sejumlah pembalap, termasuk rekan setimnya, Sebastian Vettel, kembali memutari lintasan guna menajamkan catatan waktu. Sayangnya, mobil bernomor tujuh milik Kimi tidak lagi bisa keluar garasi karena kekurangan bahan bakar.

Proses pengisian kembali bahan bakar memakan waktu cukup lama. Alhasil, juara dunia F1 2007 itu tidak bisa melakukan putaran terakhir untuk menajamkan waktu dan harus puas memulai balapan dari posisi enam.

“Saya tahu berapa banyak bahan bakar yang kami punya, tetapi sejujurnya saya tidak tahu kami tidak punya cukup waktu untuk mengisinya dan kembali melakukan putaran,” ujar Kimi Raikkonen sebagaimana diberitakan Motorsport pada Minggu (26/8/2018).

“Saya pikir kami seharusnya berhenti saat mengganti ban dan mengisi bahan bakar sehingga punya kesempatan mencetak beberapa putaran. Terus terang, saya tidak yakin dengan hasilnya tetapi kami harus puas dan melihat lagi apa yang salah,” imbuh The Iceman, julukan Kimi.

Posisi terdepan akhirnya diraih pembalap Mercedes AMG, Lewis Hamilton, yang memanfaatkan trek yang mulai mengering di menit-menit akhir. Orang Inggris itu lebih cepat 0,3 detik dibandingkan Sebastian Vettel yang duduk di posisi dua, serta lebih dari 3 detik dengan peringkat ketiga, Esteban Ocon. (Tita Yanuantari – harianindo.com)