Monza – Pembalap Mercedes AMG Petronas, Lewis Hamilton, membuat puluhan ribu tifosi Scuderia Ferrari terhenyak ketika menyentuh garis finis terdepan pada Formula One (F1) GP Italia 2018. Orang Inggris itu unggul hampir 8 detik dari Kimi Raikkonen yang finis sebagai runner-up.

Hamilton: Hal Negatif Bisa Saya Ubah Jadi Positif

Tifosi Ferrari sempat mengejeknya dengan mengibarkan gambar ilustrasi Hamilton sebagai seorang cry baby alias tukang mengeluh jelang balapan. Namun, pembalap bernomor mobil 44 itu mengaku kalau hinaan suporter Tim Kuda Jingkrak justru membuatnya semakin kuat.

Hamilton tampil sebagai pemenang setelah memulai balapan dari posisi tiga. Ia berhasil melewati duo pembalap Ferrari, Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen, guna meraih kemenangan keempatnya di sirkuit Autodromo Nationale Monza.

Sirkuit yang terletak di pinggiran Kota Milan itu sering dianggap sebagai balapan kandang bagi Ferrari. Namun, sejak 2010, belum ada lagi pembalap yang mampu membawa Scuderia Ferrari berjaya di hadapan puluhan ribu tifosi, terakhir yang melakukannya adalah Fernando Alonso.

“Di sini selalu ada reaksi negatif jika Anda membalap untuk tim rival. Di masa depan, hal negatif bisa saya ubah menjadi positif,” ujar Lewis Hamilton sebagaimana diberitakan Reuters pada Selasa (11/9/2018).

“Itu tidak menyakiti saya karena terjadi di semua olahraga. Tentu sangat mudah untuk memengaruhi Anda. Tetapi saya menyikapinya dengan positif. Jika mereka ingin terus melakukannya, itu hanya akan membuat saya semakin kuat,” klaim juara dunia F1 empat kali itu. (Tita Yanuantari – harianindo.com)