Jakarta – Partai Demokrat membantah keterlibatan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dalam skandal pencucian uang Bank Century senilai USD 12 miliar atau setara Rp 177 triliun.

Demokrat Angkat Bicara Terkait dengan Kasus Cuci Uang SBY

Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahean menegaskan, tuduhan tersebut merupakan halusinasi. Ia mengatakan, tulisan yang menceritakan adanya keterlibatan SBY dalam skandal pencurian uang dan pencucian uang tersebut hanyalah sebuah cerita yang dikarang penulis.

Tulisan yang dimaksud ialah artikel Asian Sentinel berjudul ”Indonesia’s SBY Government: Vast Criminal Conspiracy” (Pemerintahan SBY: Konspirasi Kriminal Terbesar) pada Senin (11/9/2018).

“Semua yang dituliskan itu tidak lebih dari sebuah halusinasi yang buruk. Mengarang sebuah cerita dengan kisah-kisah fiktif yang diolah seperti kebenaran,” kata Ferdinand pada Rabu (12/9/2018).

Ia juga menilai, hubungan SBY dalam patgulipat pembentukan Bank Century, kepailitan, serta transformasinya menjadi Bank Mutiara sampai dibeli J Trust seperti yang tertulis dalam artikel itu adalah fitnah.

“Robert Tantular, pemilik Bank Century, juga tidak dikenal oleh SBY, jadi semua yang disampaikan itu adalah fitnah yang omong kosong,” ujarnya.

Baca juga: Anies: Wisma Atlet Tercatat sebagai Aset Sekretariat Negara

Apalagi, dalam penyelidikan skandal Bank Century di Indonesia, nama SBY tak pernah sekali pun disebut. Atas dasar itulah, Ferdinand menegaskan SBY serta Partai Demokrat secara organisasional tak pernah terlibat pencucian uang seperti yang dituliskan artikel tersebut.

“Fakta-fakta selama proses politik maupun proses hukum terkait Century, sama sekali tidak menghubungkan dengan SBY, Demokrat maupun orang Demokrat. Jadi bagi kami itu hanya omong kosong dan fitnah kepada SBY,” pungkasnya. (Tita Yanuantari – harianindo.com)