Jakarta – Publik dalam beberapa hari belakangan ini diramaikan oleh pro dan kontra soal acara pengajian bagi karyawan Muslim yang digelar oleh salah satu tempat hiburan malam, yakni Boshe VVIP Club Bali, dan ibadah setiap pekan bagi karyawannya yang Kristiani.

Ramai Soal Klub Malam Yang Adakan Ibadah, PGI : Ibadah Boleh di Mana Saja

Menurut pendapat Ketua Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Pdt Albertus Patty, tidak masalah bila sebuah ibadah dilakukan di tempat hiburan malam, karena ibadah tidak memandang tempat.

“Nggak apa-apa, kami sih nggak ada masalah (ibadah di klub malam). Ibadah boleh di mana saja. di taman boleh, di tempat gedung yang dipakai klub malam juga boleh,” kata Pdt Albertus, Kamis (13/9/2018).

“Yang terpenting bahwa orang yang beribadah hatinya baik. Daripada dia ibadah di gereja yang pendetanya ngomong ngejelekin agama lain atau pendeta lain. Kan lebih baik dia ibadah di tempat itu tapi ngomongnya yang baik-baik,” sambungnya.

Terkait tujuan dari Boshe menggelar kebaktian bagi karyawannya yang Kristiani, Albert memandang sebagai upaya untuk memfasilitasi saja.

“Bisa karyawannya didorong misalnya untuk beribadah, itu kan istilahnya yang dilakukan agar karyawannya bisa beribadah dengan baik dan memiliki etos kerja yang baik. Sepanjang dia tidak memaksakan karyawannya beribadah ya nggak apa-apa. Tapi kalau ada karyawan yang tidak nyaman beribadah di klub malam, maunya di gereja, ya jangan dipaksa,” jelas Albert.

Albert menegaskan, Tuhan bisa berada di mana saja, tidak tergantung pada tempat. Karena menurutnya, tidak ada tempat yang bisa mengklaim di sana adalah suci.

“Intinya Tuhan ada di mana saja. Tidak ada satupun tempat di dunia ini yang benar-benar tempat suci, karena tempat yang kita sebut tempat suci sekalipun kadang orang melakukan dosa misalnya korupsi, kemaksiatan, hatespeech di situ, kan gitu,” ujar Albert.

“Yang suci bukan soal tempat, tapi hati orang yang beribadah itu yang harus baik, sehingga di manapun berada dia sungguh-sungguh berbakti kepada Allah. Yang kami sebut sebut gereja kan bukan gedungnya, tapi orangnya, persekutuannya. Tidak tegantung pada wujud tempatnya. Begitu mereka berkumpul bersama-sama, sehati dan memuliakan Allah, itulah gereja sebenarnya,” lanjut Albert.

Seperti diketahui sebelumnya, media sosial diramaikan dengan beredarnya video yang memperlihatkan Gus Miftah sedang mengajak selawat para wanita bergaun seksi di Boshe VVIP Bali.

Menurut pihak marketing Bosche, karyawan yang beragama Kristen juga diberi fasilitas dan waktu untuk beribadah, dan itu sudah dilakukan sejak 8 tahun lalu, serta terbuka untuk umum.

“Kalau di Bali setiap minggu pasti ada ibadah,” kata Marketing Manajer Boshe VVIP Club Bali, Deddy Lie, Selasa (11/9/2018).
(samsul arifin – harianindo.com)