Palu – Sepekan setelah masa tanggap darurat bencana di Sulawesi Tengah, KPAI melakukan pengawasan ke sekolah-sekolah darurat untuk memastikan hak pendidikan anak-anak terpenuhi. Sebab, KPAI mendapat informasi bahwa proses belajar-mengajar di beberapa daerah terdampak belum berjalan normal.

KPAI Lakukan Pengawasan ke Sekolah Darurat di Palu

“KPAI memperoleh informasi bahwa pembelajaran di sekolah dan madrasah di Palu, Donggala, dan Parimo, belum berjalan normal karena masih banyak siswa yang belum masuk sekolah,” ungkap Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti dalam keterangannya, Senin (22/10/2018).

Salah satunya adalah SMK Negeri 1 Sigi yang mengalami kerusakan hingga 95 persen. Menurut Retno, dari total 860 siswa di sekolah tersebut, saat ini hanya 161 siswa saja baru masuk.

“Dan sampai hari ini sekolah juga belum bisa mendata siswa yang selamat atau tidak,” imbuhnya.

Ia mencontohkan, misalnya di SLB Negeri Palu yang hingga Minggu (21/10) baru bisa memastikan 5 orang dari 100 siswanya yang terdata selamat. Sementara, untuk sekolah-sekolah lain yang kerusakannya tidak parah, saat ini sudah dimulai pembelajaran dengan psiko sosial.

Dalam kunjungan tersebut, KPAI juga menggelar rapat koordinasi dengan Kadais Pendidikan Provinsi Sulteng, Kadisdik Kota Palu, Kadisdik Kabupaten Donggala, Kadisdik Kabupten Sigi, KPPPA KERLIP, dan UNICEF. Rapat tersebut membahas distribusi 246 tenda kelas darurat.

“Sebanyak 80 persen tenda sudah berdiri dengan bantuan relawan, pihak sekolah juga sempat dilatih mendirikan tenda kelas darurat di posko pendidikan. sehingga pihak sekolah bisa memasang dan membongkar tenda sesuai situasi dan kondisi,” jelas Retno.

Baca juga: Anies Baswedan : DKI Telah Tunaikan Kewajiban kepada Pemkot Bekasi

Apalagi, ada 1.560 tenda kelas darurat di bawah Kemendikbud yang dibutuhkan dan baru 246 tenda saja yang tersedia. Sedangkan untuk sekolah di bawah wewenang Kemenag, masih kekurangan 308 tenda kelas darurat.

“Namun, tenda-tenda yang sudah komitmen diperoleh oleh madrasah-madrasah terdampak hingga hari pengawasan belum satupun diterima madrasah. Baru 5 tenda kelas darurat yang diperoleh madrasah, itu pun merupakan bagian jatah sumbangan tenda yang diterima Kemendikbud,” pungkasnya. (Tita Yanuantari – harianindo.com)