Casole Delsa – Pembalap Tim Pramac Ducati, Danilo Petrucci, mengatakan bahwa gelaran MotoGP 2018 adalah musim yang aneh bagi dirinya. Keanehan itu karena Petrucci terpilih menjadi pembalap pabrikan Ducati untuk MotoGP 2019 meskipun dirinya tampil tak terlalu baik di musim ini.

Petrucci Nilai MotoGP 2018 Jadi Musim yang Sangat Aneh

Meski Petrucci menyebutnya aneh, namun sebenarnya ia merasa sangat beruntung. Bagaimana tidak, ia dipilih menjadi pembalap Ducati Corse karena dianggap bisa menggantikan peran Jorge Lorenzo yang dianggap tampil buruk di MotoGP 2017 dan awal gelaran musim ini.

Akan tetapi sejak diresmikan menjadi pembalap Ducati, Petrucci justru mengalami performa yang sedikit menurun. Lorenzo yang didepak Ducati malahan tampil sangat baik dari Petrucci, X-Fuera –julukan Lorenzo– bahkan bisa memenangi tiga balapan sejak saat itu.

Karena alasan itulah Petrucci merasa bahwa musim MotoGP 2018 adalah tahun yang aneh baginya, dalam hal positif tentunya. Ia berhasil dipercaya menjadi rider utama Ducati, suatu hal yang sangat Petrucci idam-idamnkan sejak dulu.

“In musim yang cukup aneh. Saya mengambil alih posisi Lorenzo saat dia mulai menang. Masalahnya, keputusan (terpilihnya Petrucci menjadi pembalap Ducati Corsea) sudah terjadi jauh sebelum itu terjadi. Saya tampil baik dalam beberapa seri awal balapan,” ucap Petrucci sebagaimana diberitakan Motor Sport pada Selasa (13/11/2018).

“Saya meraih podium di MotoGP Prancis 2018 dan bila Marc Marquez (Repsol Honda) tidak membuat saya keluar dari lintasan, mungkin saya bisa berada di posisi podium lagi saat di Mugello,” pungkas rekan setim Jack Miller itu. (Tita Yanuantari – harianindo.com)